Hari ke-56 Perang, Iran Akui Baru Sebagian Senjata yang Digunakan untuk Lawan AS

AKURAT.CO Memasuki hari ke-56 konflik antara Amerika Serikat dan Iran, pihak Teheran mengklaim bahwa mereka belum mengerahkan seluruh kekuatan militernya.
Pernyataan ini menandakan bahwa kapasitas tempur Iran disebut masih jauh dari maksimal meskipun perang telah berlangsung lebih dari satu bulan.
Mengutip laporan Press TV, Sabtu (25 April 2026, pukul 11.34 WIB), juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, menyatakan bahwa sebagian besar kemampuan rudal Iran belum digunakan sepenuhnya dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel. Ia menegaskan bahwa selama konflik berlangsung, Iran tetap mampu mempertahankan keunggulan di berbagai aspek militer.
Baca Juga: Menlu Iran Tiba di Pakistan, Rundingan Damai Lanjutan Temui Titik Terang
Dalam keterangannya, Talaei-Nik menyebut bahwa hanya sebagian dari kekuatan rudal yang telah dikerahkan selama perang. Ia juga mengklaim bahwa Iran berhasil menjaga superioritas udara atas wilayah yang disebutnya sebagai wilayah pendudukan Israel.
Selain itu, dalam konfrontasi di laut, kapal-kapal lawan disebut beberapa kali mundur ratusan kilometer dari kawasan Laut Oman sebagai respons terhadap tekanan militer Iran.
Konflik yang dimulai sejak 28 Februari 2026 ini juga berdampak besar pada jalur strategis global, khususnya di Selat Hormuz.
Gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut telah memicu ketidakstabilan pasar energi dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi jangka panjang.
Meski menunjukkan kekuatan militernya, Iran tetap membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi. Pemerintah Teheran menegaskan kesediaannya untuk kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat, namun dengan syarat bahwa tuntutan-tuntutan utama mereka dihormati, termasuk penghentian blokade laut yang dilakukan Washington.
Baca Juga: Trump Enggan Akui Akan Akhiri Perang Karena Isu Pemilu: Itu Tidak Benar
Dalam perkembangan terbaru, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, diketahui telah tiba di Pakistan sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi regional sekaligus membuka peluang negosiasi lanjutan.
Sementara itu, Amerika Serikat juga mengirimkan utusan khusus seperti Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk melanjutkan pembicaraan damai.
Pernyataan Iran ini menunjukkan bahwa di tengah konflik yang masih berlangsung, kedua pihak tetap menjaga keseimbangan antara unjuk kekuatan militer dan upaya diplomasi.
Namun, klaim bahwa Iran belum menggunakan seluruh persenjataannya juga memberi sinyal bahwa eskalasi konflik masih berpotensi meningkat jika negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









