Insiden Penembakan saat White House Correspondents' Dinner, Trump Ungkap Petugas Ditembak dari Jarak Dekat

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump angkat bicara usai insiden penembakan yang memicu evakuasi besar-besaran dalam acara White House Correspondents' Dinner di Washington Hilton, Sabtu malam (26/4/2026).
Dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menyebut pelaku membawa beberapa jenis senjata sebelum akhirnya dilumpuhkan oleh aparat United States Secret Service.
Ia mengungkapkan, seorang petugas sempat tertembak dari jarak dekat dengan senjata berdaya tinggi. Namun, rompi antipeluru yang dikenakan berhasil melindungi petugas tersebut.
“Dia ditembak dari jarak sangat dekat dengan senjata yang sangat kuat, dan rompi itu bekerja dengan baik,” ujar Trump.
Trump dipastikan tidak mengalami luka. Seluruh pejabat tinggi yang hadir, termasuk Wakil Presiden JD Vance, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio, juga berhasil dievakuasi dengan aman.
Baca Juga: Trump Konfirmasi Pelaku Penembakan di Gedung Putih telah Ditangkap
Seorang pejabat penegak hukum mengatakan pelaku sempat melepaskan tembakan ke arah aparat. Seorang petugas yang terkena tembakan di bagian rompi antipeluru dilaporkan dalam kondisi stabil.
Federal Bureau of Investigation (FBI) menyatakan pelaku telah diamankan, namun belum merinci identitas maupun motifnya.
Insiden terjadi di luar ballroom bawah tanah tempat acara berlangsung. Kepanikan sempat melanda ruangan saat ratusan tamu, termasuk jurnalis, berlindung di bawah meja. Teriakan dan kepanikan terdengar ketika aparat keamanan bergegas mengamankan lokasi.
Trump sempat tersandung saat dievakuasi dari panggung, sebelum dibantu oleh agen Secret Service. Di luar gedung, aparat keamanan dan National Guard dikerahkan, sementara helikopter berpatroli di udara.
Acara yang awalnya sempat hendak dilanjutkan akhirnya dibatalkan dan dijadwalkan ulang.
Presiden White House Correspondents' Association, Weijia Jiang, memastikan acara akan digelar kembali di waktu mendatang.
Sementara itu, Ketua DPR AS Mike Johnson menyatakan dirinya dan sang istri mendoakan kondisi negaranya. Pemimpin Demokrat DPR, Hakeem Jeffries, menyerukan agar kekerasan dan kekacauan di Amerika Serikat segera diakhiri.
Sumber: Korea Herald
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








