Akurat Logo

Bom Meledak di Jalan Raya Kolombia Menjelang Pemilihan Presiden, 14 Orang Tewas

Fitra Iskandar | 26 April 2026, 15:22 WIB
Bom Meledak di Jalan Raya Kolombia Menjelang Pemilihan Presiden, 14 Orang Tewas
Serangan Bom di Jalan Raya Kolombia Menjelang Pemilihan Presiden, 14 Orang Tewas. Foto: SS Youtube AFP

AKURAT.CO Serangan bom di jalan raya kawasan barat daya Kolombia menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 38 lainnya pada Sabtu (25/4/2026) waktu setempat. Insiden ini menambah daftar kekerasan menjelang pemilihan presiden yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.

Ledakan terjadi di Departemen Cauca, wilayah yang dikenal rawan konflik dan menjadi pusat produksi koka. Pemerintah menuding kelompok pembangkang dari bekas gerilyawan FARC sebagai dalang serangan tersebut.

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menyebut pelaku sebagai teroris yang terlibat dalam jaringan narkotika. Ia juga memerintahkan aparat keamanan untuk mengambil tindakan tegas terhadap kelompok tersebut.

Petro turut menuding Ivan Mordisco sebagai otak di balik aksi bom. Ia bahkan membandingkan Mordisco dengan gembong narkoba legendaris Pablo Escobar.

Gubernur Cauca, Octavio Guzman, menyatakan bahwa korban tewas mencapai 14 orang, termasuk di antaranya lima anak-anak. Sementara itu, tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap sejumlah orang yang dilaporkan hilang.

Ledakan dahsyat di jalur Pan-American Highway menyebabkan kerusakan parah. Sejumlah bus, mobil, dan kendaraan lainnya hancur, bahkan terbalik akibat kuatnya ledakan. Lubang besar juga terlihat di badan jalan.

Kepala militer Kolombia, Hugo Lopez, menyebut insiden ini sebagai serangan teroris yang menyasar warga sipil. Ia menjelaskan bahwa pelaku sebelumnya menghentikan arus lalu lintas dengan menghalangi jalan menggunakan kendaraan sebelum meledakkan bom.

Seorang petani kopi yang menjadi saksi mata, Francisco Javier Betancourt, mengaku ketakutan dan menggambarkan situasi sebagai sangat mengerikan.

Gelombang Kekerasan Politik

Serangan ini terjadi sehari setelah ledakan bom di pangkalan militer di Cali yang melukai dua orang. Dalam dua hari terakhir, tercatat sedikitnya 26 serangan terjadi di wilayah Cauca dan Valle del Cauca.

Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sanchez, menyatakan bahwa pemerintah telah meningkatkan kehadiran militer dan polisi di wilayah terdampak untuk menjaga keamanan.

Kolombia memiliki sejarah panjang kekerasan oleh kelompok bersenjata yang kerap mencoba memengaruhi proses politik, termasuk pemilu, melalui aksi teror. Kelompok sisa FARC yang menolak perjanjian damai tahun 2016 dilaporkan aktif mengganggu upaya perdamaian yang diinisiasi pemerintah.

Isu keamanan menjadi salah satu fokus utama dalam pemilihan presiden Kolombia pada 31 Mei mendatang. Ketegangan politik juga meningkat setelah insiden penembakan terhadap kandidat presiden konservatif, Miguel Uribe Turbay, saat kampanye di ibu kota Bogota pada Juni lalu.

Dalam survei terbaru, senator sayap kiri Ivan Cepeda unggul sementara. Ia diikuti oleh kandidat sayap kanan Abelardo de la Espriella dan Paloma Valencia yang berjanji mengambil langkah keras terhadap kelompok bersenjata.

Ketiga kandidat dilaporkan menerima ancaman pembunuhan dan kini berkampanye di bawah pengamanan ketat.

Sumber: France24

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.