Akurat Logo

Dubes RI untuk Lebanon Beberkan Bahayanya Jika Iran Kalah dari Perang

Lufaefi | 27 April 2026, 09:00 WIB
Dubes RI untuk Lebanon Beberkan Bahayanya Jika Iran Kalah dari Perang
Dubes RI untuk Lebanon (Muhammadiyah)

AKURAT.CO Mantan Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, Hajriyanto Y. Thohari, mengingatkan dampak besar yang bisa terjadi jika Iran kalah dalam konflik Timur Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut akan membuka jalan bagi Amerika Serikat dan Israel untuk membentuk ulang tatanan kawasan sesuai kepentingan mereka.

Dalam pengajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (24/04/2026), Hajriyanto menyebut bahwa konflik di Timur Tengah tidak semata persoalan politik, tetapi juga berkaitan dengan dimensi keagamaan dan solidaritas umat.

Ia menjelaskan, jika Iran berhasil dilumpuhkan, maka poros perlawanan terhadap Israel akan melemah secara signifikan. “Mereka ingin membangun New Middle East (Timur Tengah Baru). Syarat utamanya adalah melumpuhkan poros perlawanan ini,” ujarnya.

Baca Juga: Perang Iran Ungkap Batas Kekuatan Militer AS-Israel, Pakar Dorong Jalur Diplomasi

Menurutnya, Iran saat ini menjadi aktor utama yang mendukung kelompok perlawanan di kawasan, seperti Hamas di Palestina, Hizbullah di Lebanon, dan Houthi di Yaman. Jika kekuatan ini runtuh, keseimbangan geopolitik di Timur Tengah akan berubah drastis.

Hajriyanto juga menyoroti bahwa sebagian besar negara Arab kini cenderung menghindari konflik terbuka dengan Israel. Ia menilai kondisi tersebut membuat Iran menjadi satu-satunya kekuatan yang masih aktif menantang dominasi di kawasan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa proyek pembentukan “Timur Tengah Baru” berpotensi mengarah pada restrukturisasi kawasan secara besar-besaran. Bahkan, menurutnya, tidak menutup kemungkinan muncul gagasan “Greater Israel” atau Israel Raya.

Ia juga menyinggung sejarah panjang konflik di kawasan, mulai dari runtuhnya Kekhalifahan Ottoman pasca Perang Dunia I hingga Deklarasi Balfour yang menjadi titik awal konflik Palestina-Israel.

Baca Juga: Iran Ajukan Proposal Damai ke Pakistan untuk Akhiri Perang dengan AS, Peluang Gencatan Senjata Permanen?

Di akhir pernyataannya, Hajriyanto menilai sikap netral terhadap konflik Timur Tengah perlu dipertimbangkan kembali, karena persoalan tersebut menyangkut aspek kemanusiaan, keadilan, dan solidaritas global.

“Karena itu sangat aneh, bahkan mungkin aneh bin ajaib, kalau orang Indonesia bersikap netral terhadap perang Timur Tengah,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi