Dubes RI untuk Lebanon Beberkan Bahayanya Jika Iran Kalah dari Perang

AKURAT.CO Mantan Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, Hajriyanto Y. Thohari, mengingatkan dampak besar yang bisa terjadi jika Iran kalah dalam konflik Timur Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut akan membuka jalan bagi Amerika Serikat dan Israel untuk membentuk ulang tatanan kawasan sesuai kepentingan mereka.
Dalam pengajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (24/04/2026), Hajriyanto menyebut bahwa konflik di Timur Tengah tidak semata persoalan politik, tetapi juga berkaitan dengan dimensi keagamaan dan solidaritas umat.
Ia menjelaskan, jika Iran berhasil dilumpuhkan, maka poros perlawanan terhadap Israel akan melemah secara signifikan. “Mereka ingin membangun New Middle East (Timur Tengah Baru). Syarat utamanya adalah melumpuhkan poros perlawanan ini,” ujarnya.
Baca Juga: Perang Iran Ungkap Batas Kekuatan Militer AS-Israel, Pakar Dorong Jalur Diplomasi
Menurutnya, Iran saat ini menjadi aktor utama yang mendukung kelompok perlawanan di kawasan, seperti Hamas di Palestina, Hizbullah di Lebanon, dan Houthi di Yaman. Jika kekuatan ini runtuh, keseimbangan geopolitik di Timur Tengah akan berubah drastis.
Hajriyanto juga menyoroti bahwa sebagian besar negara Arab kini cenderung menghindari konflik terbuka dengan Israel. Ia menilai kondisi tersebut membuat Iran menjadi satu-satunya kekuatan yang masih aktif menantang dominasi di kawasan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa proyek pembentukan “Timur Tengah Baru” berpotensi mengarah pada restrukturisasi kawasan secara besar-besaran. Bahkan, menurutnya, tidak menutup kemungkinan muncul gagasan “Greater Israel” atau Israel Raya.
Ia juga menyinggung sejarah panjang konflik di kawasan, mulai dari runtuhnya Kekhalifahan Ottoman pasca Perang Dunia I hingga Deklarasi Balfour yang menjadi titik awal konflik Palestina-Israel.
Di akhir pernyataannya, Hajriyanto menilai sikap netral terhadap konflik Timur Tengah perlu dipertimbangkan kembali, karena persoalan tersebut menyangkut aspek kemanusiaan, keadilan, dan solidaritas global.
“Karena itu sangat aneh, bahkan mungkin aneh bin ajaib, kalau orang Indonesia bersikap netral terhadap perang Timur Tengah,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









