Akurat Logo

Pengacara Gunakan Alasan Keamanan, Sidang Korupsi Netanyahu Mendadak Ditunda

Fitra Iskandar | 27 April 2026, 16:18 WIB
Pengacara Gunakan Alasan Keamanan, Sidang Korupsi Netanyahu Mendadak Ditunda
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: SC

AKURAT.CO Sidang lanjutan kasus korupsi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dijadwalkan berlangsung pada Senin mendadak dibatalkan hanya satu jam sebelum dimulai. Penundaan ini memicu spekulasi karena alasan yang disampaikan terkait isu keamanan.

Media Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan bahwa pembatalan dilakukan atas permintaan pengacara Netanyahu, Amit Hadad, dengan alasan “keamanan” tanpa penjelasan rinci.

Sidang tersebut seharusnya menjadi kelanjutan proses hukum setelah sempat tertunda cukup lama akibat konflik Israel-Iran.

Hadapi Tiga Kasus Besar

Netanyahu saat ini menghadapi tiga perkara korupsi besar yang dikenal sebagai Kasus 1000, 2000, dan 4000. Ia didakwa atas tuduhan suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan sejak November 2019.

Kasus 4000 menjadi sorotan utama karena melibatkan dugaan hubungan antara kebijakan pemerintah dan kepentingan bisnis. Netanyahu dituduh memberikan keuntungan regulasi kepada Shaul Elovitch, mantan pemilik situs berita Walla dan eksekutif perusahaan telekomunikasi Bezeq, sebagai imbalan pemberitaan positif.

Tekanan Internasional Meningkat

Selain menghadapi proses hukum di dalam negeri, Netanyahu juga tengah berada di bawah tekanan internasional. Pada November 2024, International Criminal Court mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi lebih lanjut terkait alasan keamanan yang menyebabkan penundaan sidang tersebut. Namun, keputusan mendadak ini kembali menyoroti kompleksitas kasus hukum yang membelit pemimpin Israel tersebut.

Sumber: AA

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.