Bentrok Israel dan Hamas Pindah ke Gaza Ketika Meningkatnya Bahasan Gencatan Senjata Selama Bulan Ramadhan

AKURAT.CO Pasukan Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas bentrok di seluruh Jalur Gaza selama akhir pekan, ketika para mediator meningkatkan pembicaraan mengenai kemungkinan gencatan senjata.
Namun, prospek untuk mendapatkan gencatan senjata tampak tidak pasti, di saat Israel mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk memperluas serangan guna menghancurkan Hamas.
Sementara Hamas tetap bersikukuh dengan tuntutannya untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir lima bulan itu dengan Israel secara permanen.
Baca Juga: Profil Nessie Judge, Youtuber yang Mendadak Menikah dengan Andryan Gama
Dikutip dari Reuters, warga mengatakan pasukan Israel menembaki beberapa daerah di Gaza ketika tank-tank meluncur ke Beit Lahiya.
Tentara serta orang-orang bersenjata melancarkan pertempuran di sektor Zeitoun, Kota Gaza di bagian utara, yang sudah ditaklukkan pada awal serangan.
Sedikitnya 86 warga Palestina tewas dalam serangan Israel sejak Sabtu, kata petugas medis pada hari Minggu.
Militer Israel mengatakan dua tentaranya tewas dalam pertempuran di Gaza Selatan dan bahwa pasukannya membunuh atau menangkap Hamas di Zeitoun dan di tempat lain.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Banjir Kritik usai Lakukan Aksi Cabul Dalam Pertandingan Liga Saudi
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengumpulkan kabinet perangnya untuk menerima pengarahan singkat pada hari Sabtu malam oleh para kepala intelijen yang kembali dari pertemuan dengan para mediator Qatar, Mesir dan Amerika Serikat di Paris terkait kemungkinan gencatan senjata Gaza kedua.
Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, mengatakan bahwa para negosiator Amerika Serikat, Mesir, Qatar, dan Israel mencapai kesepahaman mengenai kontur dasar kesepakatan penyanderaan dalam perundingan di Paris.
Baca Juga: Niat Bayar Utang Puasa Ramadhan, Lengkap dengan Tata Cara Melaksanakan Puasanya
Kesepakatan tersebut masih dalam tahap negosiasi, kata Sullivan, menambahkan bahwa akan ada diskusi tidak langsung antara Qatar dan Mesir dengan Hamas.
Netanyahu mengatakan masih belum jelas apakah kesepakatan penyanderaan akan terwujud dari perundingan tersebut, menolak untuk membahas secara spesifik namun mengatakan bahwa Hamas harus membuat tuntutan yang lebih masuk akal.
"Mereka berada di planet lain. Namun jika mereka datang ke situasi yang masuk akal, maka ya, kita akan memiliki kesepakatan penyanderaan. Saya harap begitu," katanya, dikutip Senin (26/2/2024).
Baca Juga: 30 Ucapan Maaf dari Lubuk Hati Terdalam Sebelum Tiba Puasa Ramadhan
Pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan bahwa komentar Netanyahu tersebut menimbulkan keraguan akan kesediaan Israel untuk mencapai kesepakatan.
"Komentar Netanyahu menunjukkan bahwa ia tidak peduli untuk mencapai kesepakatan," kata Abu Zuhri, menuduh pemimpin Israel itu ingin melanjutkan negosiasi di bawah pemboman dan pertumpahan darah (warga Palestina).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






