China Desak Gencatan Senjata Iran Bertahan, Isu Selat Hormuz Diprediksi Jadi Agenda Utama Kunjungan Trump

AKURAT.CO Perwakilan China di PBB, Fu Cong, menegaskan bahwa menjaga gencatan senjata dalam konflik Iran menjadi kebutuhan mendesak. Ia juga memperingatkan, isu Selat Hormuz berpotensi menjadi topik utama dalam kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China bulan ini jika situasi belum membaik.
Berbicara di markas PBB, Jumat (1/5/2026), Fu meminta agar jalur strategis tersebut segera dibuka kembali demi stabilitas global.
“Iran harus mencabut pembatasan di Selat Hormuz, dan Amerika Serikat perlu menghentikan blokade lautnya,” ujarnya.
Khawatir Gencatan Senjata Hanya Sementara
Fu mengaku China sangat khawatir dengan munculnya pernyataan yang menyebut gencatan senjata bersifat sementara dan membuka peluang terjadinya kembali serangan.
“Isu paling mendesak adalah menjaga gencatan senjata. Gencatan ini harus bertahan, dan harus ada negosiasi dengan itikad baik dari kedua pihak,” tegasnya.
Ia juga menyerukan peran aktif komunitas internasional untuk mencegah konflik kembali pecah.
“Komunitas internasional harus bersatu dan menyuarakan penolakan terhadap dimulainya kembali pertempuran,” tambah Fu.
Selat Hormuz Jadi Sorotan Kunjungan Trump
Menanggapi rencana kunjungan Trump ke China, Fu menyebut bahwa persoalan Selat Hormuz hampir pasti akan menjadi pembahasan penting jika kondisi belum berubah.
“Jika Selat Hormuz masih tertutup saat Presiden Trump berkunjung, saya yakin isu ini akan menjadi agenda utama dalam pembicaraan bilateral,” katanya.
Bantah Tuduhan Kerja Sama Militer China-Iran
Dalam kesempatan yang sama, Fu juga membantah tuduhan sejumlah pejabat AS terkait dugaan kerja sama militer antara China dan Iran.
Ia menegaskan tudingan tersebut tidak benar.
China Pimpin Dewan Keamanan PBB
Pernyataan ini disampaikan di awal masa kepemimpinan China sebagai presiden Dewan Keamanan PBB. Menteri Luar Negeri China Wang Yi dijadwalkan memimpin sidang Dewan Keamanan pada 26 Mei.
Sementara itu, belum ada tanggapan dari Departemen Luar Negeri AS terkait kemungkinan pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dengan Wang Yi dalam waktu dekat.
Situasi di Selat Hormuz terus menjadi perhatian dunia karena perannya sebagai jalur utama distribusi energi global, yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi internasional.
Sumber: Reuters
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







