Presiden Lebanon Tegas: Belum Saatnya Bertemu Netanyahu, Negosiasi Tetap Jalan

AKURAT.CO Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menegaskan belum ada rencana dalam waktu dekat untuk bertemu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Namun, ia memastikan jalur negosiasi tetap menjadi satu-satunya pilihan yang ditempuh pemerintahnya.
Dalam pernyataan resmi kepresidenan pada Senin, Aoun menyebut Lebanon tidak memiliki opsi lain selain melanjutkan proses diplomasi, termasuk kemungkinan negosiasi langsung dengan Israel.
“Tidak ada jalan kembali dari jalur negosiasi, karena kami tidak memiliki pilihan lain,” ujar Aoun.
Meski demikian, ia menegaskan waktu untuk pertemuan langsung dengan Netanyahu belum tepat. Menurutnya, prioritas saat ini adalah mencapai kesepakatan keamanan dan menghentikan serangan Israel.
“Waktu saat ini belum tepat untuk bertemu Perdana Menteri Israel. Kami harus terlebih dahulu mencapai kesepakatan keamanan dan menghentikan serangan terhadap Lebanon,” katanya.
Aoun menambahkan, tujuan utama dalam setiap proses negosiasi adalah penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki serta pemulangan para tahanan.
“Semua itu adalah hak yang telah lama diperjuangkan Lebanon,” tegasnya.
Lebanon dan Israel secara resmi masih berada dalam status perang sejak 1948. Kedua pihak sebelumnya telah menggelar dua putaran pembicaraan di Washington pada 14 dan 23 April sebagai persiapan menuju negosiasi damai.
Situasi di lapangan sendiri masih memanas. Sejak 2 Maret, serangan militer Israel ke Lebanon dilaporkan telah menewaskan hampir 2.700 orang, melukai lebih dari 8.200 lainnya, serta memaksa sekitar 1,6 juta warga mengungsi—setara hampir seperlima populasi negara itu.
Gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei disebut kerap dilanggar. Serangan udara dan penghancuran rumah di wilayah selatan Lebanon dilaporkan masih terus terjadi hingga kini.
Pernyataan Aoun menegaskan posisi Lebanon yang tetap membuka jalur diplomasi, namun dengan syarat utama: penghentian serangan dan jaminan keamanan di lapangan.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








