Akurat Logo

Polisi Jerman Gerebek Jaringan Ekstremis Sayap Kanan Neo-Nazi, 10 Tersangka Ditangkap

Fitra Iskandar | 6 Mei 2026, 15:21 WIB
Polisi Jerman Gerebek Jaringan Ekstremis Sayap Kanan Neo-Nazi, 10 Tersangka Ditangkap
Ilustrasi polisi Jerman. Foto: PA

AKURAT.CO Aparat kepolisian Jerman menggelar penggerebekan besar-besaran di sejumlah kota di wilayah barat pada Rabu pagi, menyasar kelompok ekstremis sayap kanan yang diduga semakin aktif dan berbahaya.

Sumber keamanan menyebutkan sedikitnya 10 tersangka diamankan dalam operasi tersebut, seluruhnya merupakan warga negara Jerman. Salah satu tersangka diketahui sebelumnya pernah menjalani penahanan praperadilan dalam kasus berbeda.

Penggerebekan dilakukan di delapan kota di negara bagian Nordrhein-Westfalen dan menargetkan kelompok bernama Jung und Stark atau “Young and Strong”. Operasi ini turut melibatkan badan intelijen domestik Kantor Federal untuk Perlindungan Konstitusi.

Kelompok Neo-Nazi Muda Kian Mengkhawatirkan

Pihak berwenang mengungkapkan bahwa sejak 2024 terjadi peningkatan signifikan aksi kekerasan yang melibatkan kelompok neo-Nazi, termasuk yang beranggotakan anak muda.

Menurut Kantor Polisi Kriminal Federal (BKA), tren ini bermula dari munculnya kelompok-kelompok ekstremis baru yang awalnya terbentuk di ruang digital sebelum berkembang ke aktivitas nyata seperti aksi gangguan hingga tindak kriminal.

Di antara kelompok yang disorot, Jung und Stark disebut sebagai yang terbesar dengan jumlah anggota mencapai ratusan. Selain itu, kelompok lain seperti Deutsche Jugend Voran, Der Störtrupp, dan Letzte Verteidigungswelle juga tengah dalam penyelidikan aparat.

Beberapa anggota Letzte Verteidigungswelle bahkan saat ini sedang menjalani persidangan di Hamburg atas sejumlah kasus kekerasan.

Kasus Kekerasan Tertinggi Sejak 2016

Data terbaru menunjukkan lonjakan tajam kejahatan bermotif sayap kanan di Jerman. Sepanjang 2025 hingga akhir Januari saja, tercatat 1.598 kasus kekerasan, tertinggi sejak 2016, menurut laporan yang dikutip dari penyelidikan parlemen.

Sebagai perbandingan, terdapat 1.488 kasus pada 2024 dan 1.270 kasus pada 2023. Mayoritas kasus berkaitan dengan tindak penganiayaan dan penganiayaan berat.

Lonjakan ini memicu kekhawatiran serius di kalangan pemerintah dan aparat keamanan, yang kini meningkatkan pengawasan terhadap kelompok ekstremis, terutama yang merekrut anggota muda melalui platform digital.

Operasi penggerebekan terbaru ini menjadi bagian dari upaya intensif pemerintah Jerman untuk menekan pertumbuhan jaringan ekstremis dan mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut di dalam negeri.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.