Trump Klaim Berhasil Bebaskan Warga Polandia dan Moldova dari Belarus-Rusia

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembebasan tiga warga Polandia dan dua warga Moldova yang sebelumnya ditahan di Belarus dan Rusia. Trump menyebut pembebasan tersebut berhasil dilakukan berkat upaya diplomatik pemerintahannya.
Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengatakan utusan khusus AS, John Coale, memainkan peran penting dalam proses negosiasi pembebasan para tahanan tersebut.
Trump mengungkapkan bahwa Presiden Polandia Karol Nawrocki sempat meminta bantuannya untuk membebaskan jurnalis dan aktivis Polandia-Belarus, Andrzej Poczobut, dalam pertemuan pada September tahun lalu.
“Hari ini, Poczobut bebas berkat upaya kami,” tulis Trump.
Trump juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko atas “kerja sama dan persahabatannya” dalam proses tersebut.
Sementara itu, Coale pada 28 April lalu mengatakan dirinya bersama tim berhasil mengamankan pembebasan “tiga warga Polandia dan dua warga Moldova” melalui koordinasi dengan sejumlah negara. Ia turut berterima kasih kepada pemerintah Polandia, Moldova, Rumania, dan Lukashenko atas kerja sama mereka.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyebut pembebasan Poczobut merupakan bagian dari pertukaran tahanan yang berkaitan dengan negosiasi lebih luas antara Belarus dan negara-negara Barat yang didukung Amerika Serikat.
Poczobut dikenal sebagai jurnalis media Polandia Gazeta Wyborcza sekaligus anggota minoritas Polandia di Belarus. Ia menjalani hukuman penjara delapan tahun setelah ditangkap pada 2021 karena meliput aksi pro-demokrasi di Belarus.
Kasusnya memicu kritik internasional dan membuatnya dianugerahi Penghargaan Sakharov dari Uni Eropa.
Kementerian Luar Negeri Polandia menyatakan kesepakatan tersebut melibatkan pertukaran tahanan lintas negara, termasuk pembebasan Grzegorz Gawel, seorang biarawan Katolik dari ordo Karmelit di Krakow.
Lukashenko, sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam beberapa tahun terakhir telah membebaskan ratusan tahanan di tengah langkah Washington yang mulai melonggarkan sebagian sanksi terhadap Belarus.
Meski demikian, Belarus masih menghadapi isolasi dari negara-negara Barat akibat tuduhan pelanggaran hak asasi manusia serta dukungannya terhadap invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








