Israel Menolak untuk Mundur dari Lebanon Sebelum 'Melumpuhkan' Hizbullah

AKURAT.CO Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari wilayah Lebanon yang diduduki sebelum kemampuan militer Hizbullah dilumpuhkan dan keamanan perbatasan utara Israel benar-benar terjamin. Sikap keras tersebut disampaikan dalam putaran ketiga perundingan langsung Israel-Lebanon yang berlangsung di Washington, Amerika Serikat, Kamis waktu setempat.
Pertemuan yang dimediasi Amerika Serikat itu digelar di Departemen Luar Negeri AS dan dipimpin penasihat senior Mike Needham bersama Duta Besar AS untuk Lebanon Michel Issa serta Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee.
Delegasi Lebanon dipimpin utusan khusus presiden Simon Karam bersama sejumlah pejabat diplomatik dan militer. Sementara delegasi Israel diwakili Wakil Penasihat Keamanan Nasional Yossi Draznin, pejabat Dewan Keamanan Nasional Uri Resnick, dan Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter.
Dalam negosiasi tersebut, kedua pihak membahas kemungkinan perpanjangan gencatan senjata Israel-Lebanon yang dijadwalkan berakhir pekan depan.
Pihak Lebanon menekankan pentingnya kepatuhan penuh terhadap kesepakatan gencatan senjata, baik oleh Israel maupun Hizbullah. Namun Israel berdalih operasi militernya masih diperlukan untuk menghadapi ancaman dari kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Amerika Serikat disebut masih mendukung hak Israel untuk membela diri berdasarkan perjanjian gencatan senjata November 2024 dan diperkirakan segera memutuskan apakah masa gencatan senjata akan diperpanjang.
Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, menegaskan keberadaan pasukan Israel di Lebanon akan terus berlanjut selama Hizbullah masih memiliki kemampuan militer dan dianggap mengancam wilayah Israel dengan serangan roket.
“Israel tidak akan lagi membiarkan ancaman seperti itu terjadi,” kata Leiter dalam keterangannya kepada media di Washington.
Ia menyebut Israel kini berupaya mencapai perjanjian damai dengan Lebanon “seolah-olah Hizbullah tidak ada,” sambil tetap memerangi kelompok tersebut “seolah-olah tidak ada perjanjian damai.”
Leiter juga mengatakan Israel tidak memiliki ambisi merebut wilayah Lebanon, tetapi belum memiliki rencana dalam waktu dekat untuk menarik pasukan dari area yang saat ini diduduki.
Menurutnya, peluang perdamaian tetap ada meski prosesnya sulit karena pengaruh Hizbullah yang telah mengakar selama puluhan tahun di Lebanon.
Ketegangan Israel-Lebanon meningkat sejak perang besar dengan Hizbullah pecah beberapa waktu lalu, yang turut memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah di tengah konflik Iran, Israel, dan keterlibatan Amerika Serikat di kawasan.
Sumber: Aawsat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








