Akurat Logo

Ledakan Misterius Guncang Pulau Strategis Iran dekat Selat Hormuz, Pertahanan Udara Siaga Penuh

Fitra Iskandar | 19 Mei 2026, 18:40 WIB
Ledakan Misterius Guncang Pulau Strategis Iran dekat Selat Hormuz, Pertahanan Udara Siaga Penuh
Foto: JPost

AKURAT.CO Ledakan misterius dilaporkan mengguncang Pulau Qeshm, Iran, pada Selasa siang (19/5/2026) di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Teluk dan ancaman konflik baru antara Iran dengan Amerika Serikat serta sekutunya.

Media semi-resmi Iran, Mehr News Agency, melaporkan suara ledakan terdengar di Pulau Qeshm, wilayah strategis yang berada di antara Teluk Persia dan Selat Hormuz. Hingga kini, penyebab ledakan belum diketahui dan belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran maupun militer terkait insiden tersebut.

Situasi semakin memanas setelah media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Tasnim News Agency, melaporkan adanya drone yang terdeteksi di langit Pulau Qeshm pada Senin malam. Kemunculan drone itu disebut memicu aktivasi sistem pertahanan udara Iran di kawasan tersebut.

Media pro-pemerintah Iran juga menayangkan rekaman demonstran yang membawa bendera Iran sambil meneriakkan slogan “Mati untuk Israel” dan “Mati untuk Uni Emirat Arab” di tengah meningkatnya tensi regional.

Laporan media lokal menyebut sistem pertahanan udara di Pulau Qeshm kembali diaktifkan pada Selasa pagi, beberapa jam sebelum ledakan terjadi.

Insiden ini terjadi hanya sehari setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkap bahwa dirinya sempat merencanakan serangan militer terhadap Iran pada Selasa. Namun, rencana tersebut ditunda setelah adanya permintaan dari para pemimpin negara Teluk.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, dan Presiden Uni Emirat Arab, Mohamed bin Zayed Al Nahyan, meminta Washington menunda serangan terhadap Iran demi memberi ruang bagi negosiasi.

Trump mengaku telah memerintahkan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, serta jajaran militer untuk membatalkan operasi yang dijadwalkan berlangsung Selasa.

Pulau Qeshm sendiri memiliki posisi strategis karena berada dekat Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia. Ketegangan di kawasan tersebut terus menjadi perhatian global karena berpotensi memicu gangguan pasokan energi dan lonjakan harga minyak internasional.

Hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat ledakan tersebut. Namun insiden ini semakin memperkuat kekhawatiran dunia terhadap potensi eskalasi konflik besar di Timur Tengah.

Sumber: JPost

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.