AS Gelisah Jawaban Iran Lambat karena Mojtaba Khamenei dalam Persembunyian, Andalkan Kurir Rahasia untuk Berkomunikasi

AKURAT.CO Negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat dikabarkan menghadapi hambatan besar setelah pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, disebut masih hidup dalam persembunyian dan hanya berkomunikasi melalui jaringan kurir rahasia.
Sejumlah pakar kontraterorisme menilai situasi ini membuat Washington berada dalam posisi tidak biasa karena harus merundingkan kesepakatan strategis dengan sosok yang tidak pernah muncul di publik dan disebut sebagai “target militer.”
Pakar ekstremisme dari George Washington University, Omar Mohammed, mengatakan setiap keberadaan Mojtaba Khamenei dianggap sangat sensitif.
“Khamenei adalah target yang ditetapkan, dan setiap lokasi yang terkonfirmasi bisa menjadi koordinat serangan,” ujarnya.
Ia menyebut sistem kurir rahasia kini bukan sekadar metode komunikasi sementara, melainkan sudah menjadi bagian utama dari cara pemerintahan Iran dijalankan.
Menurut Mohammed, kondisi tersebut membuat setiap respons Iran dalam perundingan dengan AS berjalan lambat karena pesan harus dikirim melalui perantara rahasia sebelum mendapat persetujuan langsung dari Khamenei.
Pernyataan itu muncul setelah Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengakui proses negosiasi dengan Iran berjalan lambat.
“Kami masih menunggu respons mereka. Iran memang membutuhkan waktu lebih lama untuk memberikan jawaban,” kata Rubio kepada wartawan saat kunjungan di India.
Mohammed menilai pernyataan Rubio secara tidak langsung mengonfirmasi adanya keterlambatan komunikasi akibat keberadaan Khamenei yang dirahasiakan.
“Mojtaba bersembunyi, pesan dikirim lewat kurir, dan respons datang beberapa hari kemudian,” katanya.
Laporan tersebut menyebut Khamenei telah menghilang dari publik selama hampir tiga bulan sejak meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Ia dikabarkan masuk ke lokasi persembunyian setelah serangan besar pada 28 Februari yang menewaskan ayahnya. Dalam operasi yang disebut “Operation Epic Fury” itu, Khamenei disebut mengalami luka serius dan kemungkinan mengalami cacat permanen.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, sebelumnya mengatakan Khamenei terluka dalam serangan tersebut. Istri dan anaknya juga dilaporkan tewas.
Menurut Omar Mohammed, bahkan pejabat tingkat tinggi Iran disebut tidak mengetahui lokasi pasti keberadaan Khamenei saat ini.
Di tengah situasi tersebut, Iran dan AS masih terus melakukan pembicaraan guna mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dimulai sejak 28 Februari lalu.
Rubio menegaskan Washington tetap membuka peluang tercapainya kesepakatan, namun hanya jika hasilnya dianggap menguntungkan bagi AS.
“Kalau memang ada kesepakatan, maka itu harus menjadi kesepakatan yang baik. Jika tidak, maka tidak akan ada kesepakatan,” ujarnya.
Pejabat senior pemerintahan AS mengatakan Washington siap melonggarkan sanksi terhadap Iran apabila Teheran bersedia memberikan konsesi besar terkait program pengayaan uranium.
Sementara itu, Iran menyatakan belum ada kesepakatan final dengan AS meski pembicaraan disebut mengalami kemajuan menuju kerangka awal perundingan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan fokus utama negosiasi tetap pada penghentian perang di berbagai wilayah, termasuk Lebanon.
Ia juga menegaskan bahwa rancangan nota kesepahaman dengan AS belum mencakup pembahasan rinci terkait pengelolaan Selat Hormuz.
Para analis menilai tantangan terbesar Washington kini bukan sekadar mencapai kesepakatan dengan Iran, tetapi bagaimana memastikan implementasinya berjalan ketika seluruh komunikasi masih bergantung pada jaringan kurir rahasia.
Sumber: Foxnews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








