Iran Akan Buka Selat Hormuz untuk AS dan Sekutunya Jika....

AKURAT.CO Pemerintah Iran menyatakan kesiapan membuka kembali Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang terafiliasi dengan Amerika Serikat, dengan syarat kompensasi atas kerugian perang dibayarkan secara penuh.
Pernyataan tersebut disampaikan Mehdi Tabatabaei, pejabat komunikasi di kantor Presiden Iran Massoud Pezeshkian, dikutip dari keterangan media nasional, Selasa (7/3/2026).
Ia menegaskan pembukaan jalur strategis itu hanya dapat dilakukan dalam kerangka tatanan hukum baru, termasuk penggantian kerusakan akibat konflik yang disebut Iran sebagai “perang yang dipaksakan”.
Di sisi lain, komando angkatan laut Garda Revolusi Iran menyatakan Selat Hormuz tidak akan kembali ke kondisi sebelumnya, khususnya bagi AS dan Israel. Teheran juga mengklaim kendali penuh atas jalur tersebut dan berencana menerapkan sistem tarif bagi kapal yang melintas.
Baca Juga: Iran: Negara-negara yang Tidak Bermusuhan dengan Teheran Dapat Mengkoordinasikan Akses Selat Hormuz
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ultimatum agar Iran membuka Selat Hormuz. Ia memberi tenggat waktu hingga Selasa (7/4/2026) malam waktu Washington, seraya mengancam akan menyerang infrastruktur strategis Iran jika tuntutan itu tidak dipenuhi.
Menanggapi ancaman tersebut, pejabat tinggi Iran menyebut serangan terhadap infrastruktur sipil sebagai pelanggaran serius hukum internasional. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa tekanan militer tidak akan menyelesaikan konflik dan memperingatkan potensi eskalasi kawasan.
Sementara itu, penasihat kebijakan luar negeri Iran, Ali Akbar Velayati, menyatakan bahwa jalur pelayaran lain seperti Selat Bab al-Mandab juga dapat terdampak jika serangan terhadap Iran terus meningkat. Selat tersebut merupakan akses penting menuju Laut Merah dan Terusan Suez.
Upaya diplomatik juga tengah berlangsung. Laporan media AS menyebut adanya inisiatif mediasi yang melibatkan Pakistan dengan skema gencatan senjata 45 hari dan perundingan lanjutan. Namun, sumber menyatakan Iran belum bersedia menyepakati gencatan senjata sementara maupun membuka Selat Hormuz tanpa prasyarat yang mereka ajukan.
Baca Juga: Iran Tolak Gencatan Senjata, Trump Kembali Tebar Ancaman: Iran Bisa Dihancurkan dalam Satu Malam
Di tengah ketegangan, laporan serangan drone dan rudal Iran ke sejumlah negara Teluk terus bermunculan. Otoritas di Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab melaporkan kerusakan pada fasilitas energi dan pelabuhan akibat insiden tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi global, dengan hampir seperlima pasokan minyak dunia melintasi perairan itu sebelum konflik meningkat. Ketidakpastian di kawasan ini telah memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran akan dampak ekonomi global yang lebih luas.
Hingga kini, situasi di sekitar Selat Hormuz masih dinamis. Pernyataan terbaru dari Teheran menandakan bahwa pembukaan akses bagi kapal AS tetap bergantung pada pemenuhan tuntutan kompensasi perang yang diajukan Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








