Akurat Logo

Iran Akan Buka Selat Hormuz untuk AS dan Sekutunya Jika....

Lufaefi | 7 April 2026, 09:44 WIB
Iran Akan Buka Selat Hormuz untuk AS dan Sekutunya Jika....
Ilustrasi Selat Hormuz Iran (istimewa)

AKURAT.CO Pemerintah Iran menyatakan kesiapan membuka kembali Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang terafiliasi dengan Amerika Serikat, dengan syarat kompensasi atas kerugian perang dibayarkan secara penuh.

Pernyataan tersebut disampaikan Mehdi Tabatabaei, pejabat komunikasi di kantor Presiden Iran Massoud Pezeshkian, dikutip dari keterangan media nasional, Selasa (7/3/2026).

Ia menegaskan pembukaan jalur strategis itu hanya dapat dilakukan dalam kerangka tatanan hukum baru, termasuk penggantian kerusakan akibat konflik yang disebut Iran sebagai “perang yang dipaksakan”.

Di sisi lain, komando angkatan laut Garda Revolusi Iran menyatakan Selat Hormuz tidak akan kembali ke kondisi sebelumnya, khususnya bagi AS dan Israel. Teheran juga mengklaim kendali penuh atas jalur tersebut dan berencana menerapkan sistem tarif bagi kapal yang melintas.

Baca Juga: Iran: Negara-negara yang Tidak Bermusuhan dengan Teheran Dapat Mengkoordinasikan Akses Selat Hormuz

Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ultimatum agar Iran membuka Selat Hormuz. Ia memberi tenggat waktu hingga Selasa (7/4/2026) malam waktu Washington, seraya mengancam akan menyerang infrastruktur strategis Iran jika tuntutan itu tidak dipenuhi.

Menanggapi ancaman tersebut, pejabat tinggi Iran menyebut serangan terhadap infrastruktur sipil sebagai pelanggaran serius hukum internasional. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa tekanan militer tidak akan menyelesaikan konflik dan memperingatkan potensi eskalasi kawasan.

Sementara itu, penasihat kebijakan luar negeri Iran, Ali Akbar Velayati, menyatakan bahwa jalur pelayaran lain seperti Selat Bab al-Mandab juga dapat terdampak jika serangan terhadap Iran terus meningkat. Selat tersebut merupakan akses penting menuju Laut Merah dan Terusan Suez.

Upaya diplomatik juga tengah berlangsung. Laporan media AS menyebut adanya inisiatif mediasi yang melibatkan Pakistan dengan skema gencatan senjata 45 hari dan perundingan lanjutan. Namun, sumber menyatakan Iran belum bersedia menyepakati gencatan senjata sementara maupun membuka Selat Hormuz tanpa prasyarat yang mereka ajukan.

Baca Juga: Iran Tolak Gencatan Senjata, Trump Kembali Tebar Ancaman: Iran Bisa Dihancurkan dalam Satu Malam

Di tengah ketegangan, laporan serangan drone dan rudal Iran ke sejumlah negara Teluk terus bermunculan. Otoritas di Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab melaporkan kerusakan pada fasilitas energi dan pelabuhan akibat insiden tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi global, dengan hampir seperlima pasokan minyak dunia melintasi perairan itu sebelum konflik meningkat. Ketidakpastian di kawasan ini telah memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran akan dampak ekonomi global yang lebih luas.

Hingga kini, situasi di sekitar Selat Hormuz masih dinamis. Pernyataan terbaru dari Teheran menandakan bahwa pembukaan akses bagi kapal AS tetap bergantung pada pemenuhan tuntutan kompensasi perang yang diajukan Iran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi