Akurat Logo

Internet Iran Pulih, Tapi Masih Lemot dan Penuh Gangguan? Warga Keluhkan Akses Internasional yang 'Setengah Mati'

Fitra Iskandar | 2 Juni 2026, 13:53 WIB
Internet Iran Pulih, Tapi Masih Lemot dan Penuh Gangguan? Warga Keluhkan Akses Internasional yang 'Setengah Mati'
Ilustrasi internet Iran. Foto: RSF

AKURAT.CO Akses internet internasional di Iran dilaporkan telah kembali tersedia setelah berakhirnya pembatasan ketat selama masa konflik. Namun, banyak warga mengaku kualitas jaringan masih jauh dari normal.

Meski pemerintah telah melonggarkan sebagian besar pembatasan lalu lintas internet global, pengguna di berbagai wilayah Iran masih menghadapi koneksi lambat, gangguan berulang, hingga kesulitan mengakses layanan daring internasional yang sebelumnya dapat digunakan.

Keluhan tersebut muncul di tengah upaya pemerintah memulihkan layanan internet setelah pemadaman dan pembatasan yang terjadi selama perang serta gejolak domestik dalam beberapa bulan terakhir.

Pengguna Sebut Internet Iran Masih "Rusak"

Alih-alih kembali normal, banyak warga menggambarkan kondisi internet saat ini sebagai jaringan yang "rusak" atau "setengah mati".

Pengguna melaporkan koneksi yang sering terputus lalu tersambung kembali, kecepatan internet yang jauh lebih lambat dibanding sebelum perang, serta kesulitan mengakses berbagai situs dan aplikasi luar negeri.

Selain itu, sejumlah pembatasan berbasis Domain Name System (DNS) yang diterapkan saat masa pemadaman internet disebut masih aktif.

Akibatnya, berbagai layanan digital seperti email, notifikasi aplikasi, layanan cloud, hingga platform berbasis internet lainnya masih mengalami gangguan.

Keluhan warga ramai bermunculan di media sosial maupun kolom komentar berbagai portal berita Iran.

"Kami belum pernah merasakan internet yang benar-benar normal, stabil, dan bebas dalam waktu lama," tulis salah seorang pengguna di situs berita lokal.

VPN Masih Sulit Digunakan

Masalah lain yang banyak dikeluhkan adalah terganggunya layanan VPN yang selama ini menjadi alat utama warga Iran untuk mengakses ribuan situs dan platform yang dibatasi pemerintah.

Meskipun akses ke toko aplikasi seperti App Store dan Google Play telah dibuka kembali, banyak pengguna mengaku tidak dapat memperbarui atau mengunduh aplikasi VPN secara normal karena kondisi jaringan yang tidak stabil.

Sejumlah warga bahkan mulai mencari alternatif lain, termasuk membeli perangkat internet satelit Starlink atau menggunakan kartu SIM dari negara tetangga seperti Irak untuk memperoleh akses yang lebih baik.

Menurut berbagai laporan pengguna, ketidakpastian akses internet membuat sebagian masyarakat khawatir pembatasan dapat kembali diberlakukan sewaktu-waktu.

Ahli: Protokol Inti Internet Diduga Sengaja Dibatasi

Pakar teknologi Iran, Vahid Farid, menyebut gangguan yang terjadi saat ini tampak lebih sistematis dibanding sekadar masalah teknis biasa.

Menurutnya, lalu lintas User Datagram Protocol (UDP), yang digunakan untuk panggilan suara dan video, permainan daring, serta siaran langsung, mengalami gangguan sangat signifikan.

Kondisi tersebut menyebabkan banyak layanan VPN tidak lagi berfungsi normal atau menjadi sangat tidak stabil.

Selain itu, lalu lintas Transmission Control Protocol (TCP) yang menjadi fondasi utama berbagai situs web dan layanan digital juga dilaporkan mengalami gangguan berulang.

Akibatnya, pengguna sering menghadapi unduhan yang terhenti, VPN yang terus terputus, hingga kesulitan mengakses berbagai layanan internet internasional.

Farid menilai kondisi tersebut secara efektif membuat akses internet global menjadi lebih mahal dan lebih rumit bagi masyarakat umum.

Bisnis Digital Iran Ikut Terdampak

Gangguan internet yang berkepanjangan juga memberikan pukulan besar bagi sektor ekonomi digital Iran.

Sejumlah perusahaan teknologi dan bisnis daring mengaku belum dapat kembali beroperasi secara normal karena masih terganggunya arus data antara jaringan domestik dan internasional.

Media ekonomi Iran melaporkan banyak platform e-commerce, startup teknologi, dan perusahaan digital mengalami penurunan trafik akibat menurunnya visibilitas mereka di mesin pencari seperti Google.

Masalah lain muncul ketika gangguan jaringan menghambat proses pembaruan otomatis sertifikat keamanan SSL yang digunakan situs web.

Akibatnya, pengguna semakin sering menemukan peringatan keamanan seperti "Your connection is not private" saat mengakses berbagai situs.

Para pelaku industri menilai kondisi tersebut mengurangi kepercayaan pelanggan sekaligus memperlambat pemulihan sektor digital pascakonflik.

Meski akses internet internasional secara resmi telah dipulihkan, banyak warga dan pengamat teknologi menilai Iran saat ini masih menghadapi versi internet yang jauh dari normal. Bagi jutaan pengguna, pemadaman mungkin telah berakhir, tetapi dampaknya masih terus terasa dalam kehidupan digital sehari-hari.

Sumber: Iranintl

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.