Israel Murka Usai Uni Eropa Jatuhkan Sanksi, Tuding Anti Zionisme Jadi Kedok Antisemitisme
AKURAT.CO Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Sharren Haskel, mengecam keputusan Uni Eropa yang menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah organisasi masyarakat sipil Israel dan beberapa tokohnya. Menurut Haskel, langkah tersebut mencerminkan tren yang mengkhawatirkan, di mana anti Zionisme digunakan sebagai "kedok yang dapat diterima secara sosial" untuk menyerang Israel.
Dalam keterangannya, Haskel menilai bentuk antisemitisme modern kini tidak lagi hanya menyasar individu Yahudi, tetapi juga diarahkan kepada Negara Israel dan hak bangsa Yahudi untuk hidup di tanah leluhur mereka.
Pernyataan itu muncul setelah Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap empat organisasi masyarakat sipil Israel dan tiga tokoh senior yang terkait dengan organisasi tersebut. Uni Eropa menuduh mereka mendukung kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat dan menghambat peluang terwujudnya negara Palestina.
Salah satu organisasi yang dikenai sanksi adalah Regavim. Organisasi tersebut menolak tuduhan Uni Eropa dan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk campur tangan terhadap kedaulatan Israel.
Direktur Divisi Internasional Regavim, Naomi Kahn, mengatakan aktivitas organisasinya sepenuhnya dilakukan melalui jalur hukum dan parlemen. Menurutnya, Regavim berfokus pada pengumpulan data, analisis kebijakan, serta upaya hukum untuk menyoroti kebijakan pemerintah yang dianggap bermasalah.
Kahn menuduh Uni Eropa berusaha memengaruhi sistem politik internal Israel meskipun kedua pihak selama ini dianggap sebagai mitra.
Dalam pernyataannya, European External Action Service (EEAS) menyebut para pemukim ekstremis dan organisasi yang mendukung mereka berkontribusi langsung terhadap kekerasan, pengusiran paksa, dan perampasan hak warga Palestina di Tepi Barat.
Menurut Uni Eropa, sanksi tersebut ditujukan kepada individu dan organisasi yang memfasilitasi, mendanai, atau mendukung aktivitas yang berkaitan dengan kekerasan pemukim serta dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Palestina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





