Israel dan Lebanon Perpanjang Gencatan Senjata, Zona Keamanan Baru Segera Dibentuk

AKURAT.CO Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata yang berlaku di antara kedua negara setelah berlangsungnya pembicaraan yang dimediasi di Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut diumumkan melalui pernyataan bersama yang menegaskan komitmen kedua pihak untuk menjaga stabilitas di kawasan perbatasan.
Dalam kesepakatan itu, Israel dan Lebanon juga berencana membentuk sejumlah "zona keamanan" baru di wilayah Lebanon. Zona-zona tersebut akan berada di bawah kendali militer Lebanon, sementara kelompok Hizbullah yang didukung Iran tidak diperbolehkan beroperasi di area tersebut.
Menurut pernyataan bersama, kelanjutan gencatan senjata bergantung pada penghentian serangan Hizbullah terhadap Israel serta keluarnya individu yang memiliki hubungan dengan kelompok tersebut dari wilayah selatan Sungai Litani. Sungai Litani selama ini dianggap sebagai batas tidak resmi kehadiran militer Israel di Lebanon selatan.
"Kebijakan ini memungkinkan langkah-langkah lanjutan menuju perjanjian perdamaian dan keamanan yang lebih komprehensif," demikian isi pernyataan bersama kedua pihak.
Meski demikian, Hizbullah tidak terlibat dalam proses perundingan tersebut. Kelompok itu sebelumnya telah menyatakan tidak akan menerima "gencatan senjata sepihak" yang tidak melibatkan mereka dalam pembahasan.
Gencatan senjata yang berlaku saat ini baru mulai diterapkan pada 17 April lalu. Namun sejak saat itu, baik Israel maupun Hizbullah saling menuduh telah melanggar kesepakatan tersebut. Serangan lintas perbatasan juga masih terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah menerima jaminan dari Israel dan Hizbullah untuk menghindari eskalasi konflik lebih lanjut. Namun, laporan terbaru dari kantor berita Lebanon NNA menyebutkan bahwa serangan baru masih terjadi hingga Rabu, dengan sekitar 20 lokasi dilaporkan menjadi sasaran.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa situasi keamanan di perbatasan Israel dan Lebanon masih rapuh meskipun kedua negara telah menyepakati perpanjangan gencatan senjata.
Putaran perundingan berikutnya dijadwalkan berlangsung dalam dua pekan mendatang sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan keamanan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Sumber: Swedenherald
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







