Akurat Logo

20.000 Orang Mengungsi akibat Gempa Bumi di Filipina yang Menewaskan Sedikitnya 37 Orang

Fitra Iskandar | 9 Juni 2026, 13:26 WIB
20.000 Orang Mengungsi akibat Gempa Bumi di Filipina yang Menewaskan Sedikitnya 37 Orang
Ilustrasi gempa bumi Filipina. Foto: India Today

AKURAT.CO Tim penyelamat masih menyisir bangunan-bangunan yang runtuh di Filipina selatan pada Selasa (9/6/2026) untuk memastikan tidak ada korban yang masih terjebak setelah gempa bumi berkekuatan 7,8 magnitudo mengguncang wilayah tersebut sehari sebelumnya.

Bencana yang menjadi salah satu gempa terkuat yang melanda Filipina dalam hampir 50 tahun terakhir itu telah menewaskan sedikitnya 37 orang, melukai hampir 500 warga, dan memaksa lebih dari 20.000 orang mengungsi dari rumah mereka.

Pusat gempa berada di lepas pantai Pulau Mindanao, pulau terbesar kedua di Filipina. Meski data resmi hanya mencatat empat orang masih hilang, pihak berwenang mengatakan sejumlah bangunan yang ambruk dan rusak berat masih harus diperiksa secara menyeluruh untuk mencari kemungkinan korban yang belum ditemukan.

Ribuan warga memilih meninggalkan rumah mereka karena khawatir tsunami akan menyusul. Gelombang setinggi 1,4 meter sempat terukur di beberapa wilayah pesisir Filipina, namun kerusakan akibat tsunami dilaporkan relatif terbatas.

Gelombang kecil juga terdeteksi mencapai wilayah Indonesia, Palau, hingga Jepang bagian selatan.

Longsor dan Reruntuhan Bangunan Telan Banyak Korban

Kota pesisir General Santos, yang dikenal sebagai ibu kota tuna Filipina dengan populasi lebih dari 700.000 jiwa, menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah. Sedikitnya 13 orang tewas akibat tertimpa bangunan runtuh dan material yang berjatuhan.

Sementara itu, Provinsi Sarangani mencatat korban terbanyak dengan sedikitnya 18 kematian. Sebagian besar korban meninggal akibat longsor yang menimbun sejumlah rumah di kawasan pegunungan Kota Glan.

Korban lainnya dilaporkan berasal dari Provinsi South Cotabato, Davao Occidental, serta Pulau Balut.

Pemerintah Filipina mengungkapkan sekitar 2.000 rumah dan 117 bangunan serta fasilitas pemerintah mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.

Bandara Internasional General Santos masih ditutup sehingga sedikitnya 63 penerbangan domestik dibatalkan, kecuali penerbangan yang membawa bantuan kemanusiaan.

Ribuan Sekolah Ditutup, Murid Jadi Korban

Gempa terjadi bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah setelah libur musim panas selama dua bulan.

Banyak korban luka merupakan siswa yang saat itu sedang mengikuti upacara bendera pagi. Pemerintah kini menunda pembukaan kembali sekolah di wilayah terdampak hingga pemeriksaan struktur bangunan selesai dilakukan.

Sekitar 6.000 gedung sekolah dilaporkan harus menjalani inspeksi keamanan sebelum kegiatan belajar mengajar dapat dimulai kembali.

"Kami tidak bisa memaksa sekolah segera dibuka karena keselamatan siswa dan integritas bangunan harus dipastikan terlebih dahulu," kata pejabat Badan Pertahanan Sipil Filipina.

Gempa Terkuat dalam Setengah Abad

Menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina, gempa terjadi pada kedalaman sekitar 33 kilometer dan dipicu oleh pergerakan di Palung Cotabato di dasar laut.

Direktur lembaga tersebut, Teresito Bacolcol, menyebut gempa ini merupakan yang terkuat sejak gempa berkekuatan 8,1 magnitudo pada tahun 1976 yang memicu tsunami besar dan menewaskan sekitar 8.000 orang.

Filipina juga pernah diguncang gempa berkekuatan 7,8 magnitudo pada tahun 1990 yang menewaskan lebih dari 1.000 orang serta menyebabkan kerusakan luas di wilayah utara negara itu.

Presiden Marcos Kerahkan Bantuan Nasional

Presiden Ferdinand Marcos Jr. langsung mengerahkan pejabat tinggi pertahanan dan penanggulangan bencana dari Manila untuk memimpin operasi pencarian dan penyelamatan, distribusi bantuan pangan, serta penilaian kerusakan infrastruktur.

Sejumlah negara sahabat, termasuk Amerika Serikat, Prancis, Jepang, dan Selandia Baru, menyatakan kesiapan mereka membantu upaya tanggap darurat Filipina.

Filipina merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia karena berada di kawasan "Cincin Api Pasifik" atau Ring of Fire, jalur aktif gempa bumi dan gunung berapi yang mengelilingi Samudra Pasifik.

Selain gempa bumi dan letusan gunung api, negara kepulauan itu juga dilanda sekitar 20 badai tropis dan topan setiap tahun.

Sumber: Asahi

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.