Pengamat Israel: Iran Masuki Fase Agresif Baru, Timur Tengah Terancam Gejolak Lebih Besar

AKURAT.CO Iran disebut telah memasuki fase baru yang lebih agresif dalam menghadapi Israel, Amerika Serikat, dan negara-negara kawasan Timur Tengah. Peringatan itu disampaikan pakar geopolitik dan teknologi Israel, Yonatan Adiri, yang menilai Teheran kini sedang menguji batas respons lawan-lawannya melalui serangkaian eskalasi yang semakin berani.
Dalam wawancara dengan radio 103FM pada Senin, Adiri mengatakan Iran tengah berada dalam proses "mempelajari ulang batas-batas kekuatan" setelah rangkaian konflik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
“Bayangkan Iran saat ini seperti Israel pada 8 Oktober. Mereka memahami bahwa harus menguji lingkungan sekitarnya, menggesek batas-batas baru dengan negara tetangga, Israel, dan tentu saja Amerika Serikat,” kata Adiri.
Iran Dinilai Sedang Menguji Batas Kekuatan Kawasan
Menurut Adiri, Teheran saat ini terlibat dalam apa yang disebutnya sebagai "kompetisi pembelajaran agresif", yakni strategi untuk mengetahui sejauh mana negara-negara lain akan merespons tindakan Iran.
Ia menilai Iran siap meningkatkan tingkat konfrontasi demi mengukur batas toleransi lawan-lawannya.
“Iran siap menghadapi gesekan yang sangat signifikan. Serangan Iran terhadap reaktor nuklir di Uni Emirat Arab merupakan peristiwa besar dengan implikasi ekonomi yang sangat luas,” ujarnya.
Ancaman Meluas ke Negara-Negara Teluk
Adiri menegaskan bahwa dampak perkembangan terbaru tidak hanya berkaitan dengan aspek militer atau diplomatik, tetapi juga menyangkut stabilitas kawasan secara keseluruhan.
Ia mengutip peringatan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengenai risiko insiden yang dapat memicu kerusakan nuklir di kawasan Timur Tengah.
“Permainan yang dilakukan Iran tidak hanya ditujukan kepada Israel. Mereka juga sedang menguji Arab Saudi, Bahrain, dan Kuwait. Dalam beberapa bulan ke depan, Iran tidak akan lagi menjadi negara yang sama seperti yang kita kenal saat ini,” katanya.
Selat Hormuz dan Ekonomi Global Jadi Sorotan
Adiri juga menyoroti dampak ketegangan terhadap ekonomi global, khususnya setelah terganggunya aktivitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.
Meski demikian, menurutnya pasar global mulai beradaptasi dengan kondisi tersebut.
“Harga minyak masih berada pada level yang relatif dapat diterima oleh ekonomi dunia. Selama belum ada kesepakatan baru, Iran tidak akan memperoleh keringanan sanksi maupun akses terhadap dana yang selama ini menjadi tuntutan utama mereka,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat disebut telah mengambil langkah antisipasi dengan memperkuat perhatian terhadap jalur perdagangan strategis lainnya, termasuk Selat Malaka yang berada di antara Singapura dan Indonesia.
Netanyahu Diminta Lebih Agresif
Dalam kesempatan yang sama, Adiri juga memberikan pandangannya mengenai strategi Israel menghadapi Iran.
Menurutnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu perlu terus menguji batas ruang gerak politik dan militer, termasuk dalam hubungannya dengan Washington.
“Israel menghadapi lawan yang bersedia mengambil risiko besar dan terus belajar dari setiap konfrontasi. Karena itu Israel tidak boleh takut menghadapi gesekan dan tidak boleh mundur saat ini,” tegasnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel yang dalam beberapa pekan terakhir memicu kekhawatiran internasional terhadap kemungkinan meluasnya konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global.
Sumber: Jpost
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








