Akurat Logo

PBB Kecam Serangan Tanker di Oman, Tiga Pelaut India Tewas dalam Insiden Dekat Selat Hormuz

Fitra Iskandar | 12 Juni 2026, 14:13 WIB
PBB Kecam Serangan Tanker di Oman, Tiga Pelaut India Tewas dalam Insiden Dekat Selat Hormuz
PBB Kecam Serangan Tanker di Oman. Foto: Pixabay

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam keras serangan terhadap kapal tanker berbendera Palau di lepas pantai Oman yang menewaskan tiga pelaut asal India. Insiden tersebut kembali memicu kekhawatiran internasional terhadap keselamatan pelayaran di kawasan strategis Timur Tengah.

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan Guterres mendukung penuh kecaman yang sebelumnya disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez.

Serangan terjadi pada Rabu ketika kapal tanker MT Settebello, yang berlayar di bawah bendera Palau, dihantam proyektil saat melintas di dekat Selat Hormuz. Dari total 24 awak kapal yang berada di atas kapal, tiga pelaut India dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.

“MT Settebello menjadi sasaran serangan dan sejumlah pelaut India kehilangan nyawa mereka. Serangan itu telah dikecam secara tegas oleh Sekretaris Jenderal IMO, dan kami sepenuhnya mendukung pernyataan tersebut,” kata Dujarric dalam konferensi pers harian PBB pada Kamis.

Menurut pernyataan resmi IMO, serangan terhadap MT Settebello memicu kebakaran di atas kapal dan menyebabkan korban jiwa di kalangan awak. Lokasi kejadian berada di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Arsenio Dominguez mengaku sangat berduka atas tragedi tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan pelaut sipil harus menjadi prioritas utama semua pihak.

“Saya dengan tegas mengutuk setiap tindakan dari pihak mana pun yang membahayakan nyawa pelaut dan mengancam keamanan pelayaran internasional,” tegas Dominguez dalam pernyataannya.

Serangan terhadap kapal komersial di kawasan Teluk dan Selat Hormuz dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan kekhawatiran akan stabilitas keamanan maritim global. Jalur ini setiap harinya dilalui oleh kapal-kapal pengangkut minyak dan barang dari berbagai negara, sehingga setiap gangguan berpotensi memengaruhi perdagangan internasional.

Hingga kini, penyelidikan terkait pelaku dan motif serangan masih terus berlangsung. Komunitas internasional mendesak agar perlindungan terhadap kapal sipil dan awak pelayaran diperkuat guna mencegah terulangnya insiden serupa.

Sumber: Outlookindia

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.