PBB Kecam Serangan Tanker di Oman, Tiga Pelaut India Tewas dalam Insiden Dekat Selat Hormuz

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam keras serangan terhadap kapal tanker berbendera Palau di lepas pantai Oman yang menewaskan tiga pelaut asal India. Insiden tersebut kembali memicu kekhawatiran internasional terhadap keselamatan pelayaran di kawasan strategis Timur Tengah.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan Guterres mendukung penuh kecaman yang sebelumnya disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez.
Serangan terjadi pada Rabu ketika kapal tanker MT Settebello, yang berlayar di bawah bendera Palau, dihantam proyektil saat melintas di dekat Selat Hormuz. Dari total 24 awak kapal yang berada di atas kapal, tiga pelaut India dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.
“MT Settebello menjadi sasaran serangan dan sejumlah pelaut India kehilangan nyawa mereka. Serangan itu telah dikecam secara tegas oleh Sekretaris Jenderal IMO, dan kami sepenuhnya mendukung pernyataan tersebut,” kata Dujarric dalam konferensi pers harian PBB pada Kamis.
Menurut pernyataan resmi IMO, serangan terhadap MT Settebello memicu kebakaran di atas kapal dan menyebabkan korban jiwa di kalangan awak. Lokasi kejadian berada di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.
Arsenio Dominguez mengaku sangat berduka atas tragedi tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan pelaut sipil harus menjadi prioritas utama semua pihak.
“Saya dengan tegas mengutuk setiap tindakan dari pihak mana pun yang membahayakan nyawa pelaut dan mengancam keamanan pelayaran internasional,” tegas Dominguez dalam pernyataannya.
Serangan terhadap kapal komersial di kawasan Teluk dan Selat Hormuz dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan kekhawatiran akan stabilitas keamanan maritim global. Jalur ini setiap harinya dilalui oleh kapal-kapal pengangkut minyak dan barang dari berbagai negara, sehingga setiap gangguan berpotensi memengaruhi perdagangan internasional.
Hingga kini, penyelidikan terkait pelaku dan motif serangan masih terus berlangsung. Komunitas internasional mendesak agar perlindungan terhadap kapal sipil dan awak pelayaran diperkuat guna mencegah terulangnya insiden serupa.
Sumber: Outlookindia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






