Akurat Logo

Trump Klaim AS Akhiri Perang dengan Iran, Kesepakatan Damai Disebut Segera Ditandatangani

Lufaefi | 13 Juni 2026, 10:30 WIB
Trump Klaim AS Akhiri Perang dengan Iran, Kesepakatan Damai Disebut Segera Ditandatangani
Presiden Amerika Donald Trump (istimewa)

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir. Ia bahkan menyebut kedua negara telah mencapai tahap akhir menuju kesepakatan damai yang akan segera ditandatangani.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sambungan telepon yang disiarkan secara langsung dalam sebuah acara kampanye di Georgia, Kamis (12/6/2026) waktu setempat.

"Saya tidak tahu apakah Anda sudah mendengar, tetapi kita mengakhiri perang dengan Iran hari ini," ujar Trump.

Selain itu, Trump juga mengungkapkan bahwa Washington dan Teheran telah menyepakati sebuah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang disebutnya sangat kuat dan akan menjadi landasan menuju perjanjian damai permanen.

Menurut Trump, kesepakatan tersebut mencakup sejumlah poin penting, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz serta komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Baca Juga: Terungkap! AS Sempat Pertimbangkan Kirim Pasukan Darat ke Iran untuk Rebut Uranium Nuklir, Batal karena Trump Takut

"Mereka tidak akan punya senjata nuklir, mereka sudah sepakat," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

"Mereka tidak hanya tidak memiliki, tetapi juga tidak akan membeli maupun mengembangkan senjata nuklir dalam bentuk apa pun," lanjutnya.

Di sisi lain, Pemerintah Iran mengakui bahwa proses pembahasan dengan Amerika Serikat memang telah memasuki tahap akhir.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan sebagian besar isu dalam perundingan telah menemukan titik kesepahaman.

"Saat ini, kesepahaman telah tercapai di sebagian besar isu dan kami berada pada tahap akhir musyawarah internal," ujar Baghaei.

Meski demikian, Iran belum secara resmi mengonfirmasi bahwa kesepakatan tersebut mencakup penghentian program nuklir negaranya.

Baghaei menyatakan pemerintah Iran masih melakukan pembahasan internal sebelum mengumumkan sikap resmi terkait isi kesepakatan yang sedang dirundingkan.

"Dengan mengamati secara saksama posisi pihak lain, kami akan mengumumkan sikap kami sesuai dengan keadaan," katanya.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas sejak akhir Februari 2026 setelah AS bersama sekutunya, Israel, melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran.

Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan balasan ke sejumlah target Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut sempat meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap potensi perang terbuka yang lebih luas di kawasan.

Pada April 2026, kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata yang kemudian diperpanjang. Namun berbagai perbedaan pandangan dalam proses negosiasi membuat upaya perdamaian berlangsung alot.

Baca Juga: Sidang Bos Blueray Cargo, Jaksa Ungkap Aliran Uang Rp21 Miliar ke Dirjen Bea Cukai Djaka Budi

Klaim Donald Trump mengenai berakhirnya perang dengan Iran kini menjadi perhatian dunia internasional. Meskipun kedua pihak mengakui adanya kemajuan dalam proses negosiasi, hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai penandatanganan perjanjian damai final.

Apabila kesepakatan tersebut benar-benar terwujud, maka hal itu berpotensi menjadi salah satu perkembangan geopolitik paling penting di Timur Tengah sepanjang 2026, sekaligus meredakan ketegangan yang selama beberapa bulan terakhir mengganggu stabilitas kawasan dan jalur perdagangan global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi