Putin Akui Pasukan Rusia Tidak Bebas 'Angkat Kepala' karena Drone Ukraina
AKURAT.CO Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka mengakui bahwa serangan drone Ukraina telah menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pasukan Rusia dalam perang yang masih berlangsung. Pengakuan itu disampaikan saat peringatan Hari Rusia yang tahun ini berlangsung berbeda dari biasanya.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya Hari Rusia identik dengan konser besar, pidato patriotik, dan pertunjukan kekuatan militer di Lapangan Merah Moskow, kali ini Kremlin membatalkan acara akbar tersebut dan menggantinya dengan pertemuan tertutup antara Putin dan para personel militer Rusia.
Dalam kesempatan itu, Putin menyinggung secara langsung dampak besar yang ditimbulkan drone Ukraina terhadap operasi militer Rusia di garis depan.
"Kami sepenuhnya memahami masalah yang ditimbulkan oleh drone. Para komandan melaporkannya kepada kami setiap hari," kata Putin saat berbicara dengan prajurit Rusia.
Ia juga menggambarkan situasi sulit yang dihadapi tentaranya ketika drone-drone Ukraina terus mengawasi dan mengancam posisi mereka di medan tempur.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai pengakuan langka dari Kremlin mengenai efektivitas strategi perang drone yang dikembangkan Ukraina dalam beberapa tahun terakhir.
Drone Ukraina Ubah Jalannya Perang
Sejak konflik berkecamuk, Ukraina terus meningkatkan kemampuan serangan drone jarak jauh. Serangan tersebut tidak hanya menyasar garis depan pertempuran, tetapi juga menembus wilayah Rusia, termasuk fasilitas energi, kilang minyak, pusat industri, dan instalasi militer strategis.
Kemampuan drone Ukraina menjangkau target jauh di belakang garis pertahanan Rusia membuat perang memasuki fase baru yang semakin sulit diprediksi.
Di sisi lain, para prajurit Rusia disebut merasakan langsung ancaman tersebut setiap hari. Kehadiran drone pengintai dan drone serang membuat pergerakan pasukan menjadi lebih berisiko dibandingkan sebelumnya.
Kremlin Berupaya Yakinkan Publik Rusia
Pengakuan Putin muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap perkembangan perang. Dengan laporan kerugian pasukan Rusia yang disebut mencapai puluhan ribu personel setiap bulan, Kremlin menghadapi tekanan untuk menunjukkan bahwa mereka masih memiliki strategi menghadapi ancaman baru tersebut.
Meski mengakui besarnya tantangan, Putin menegaskan Rusia telah mengembangkan berbagai teknologi dan sistem persenjataan untuk menghadapi perang drone yang semakin intensif.
Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah memastikan teknologi yang paling efektif dapat segera diproduksi dan dikirim ke medan tempur dalam jumlah yang memadai.
Pengamat menilai pesan Putin bukan sekadar mengungkap fakta yang sudah diketahui masyarakat Rusia, melainkan juga bagian dari upaya meyakinkan publik bahwa pemerintah masih memiliki solusi dan kendali atas situasi perang yang terus berkembang.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perang drone kini menjadi salah satu faktor penentu dalam konflik Rusia-Ukraina, sekaligus mengubah cara kedua negara menjalankan operasi militer di medan perang modern.
Sumber: KP
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Urusan Hary Tanoe dan Mbak Tutut Sudah Kelar, Jusuf Hamka Diduga Lakukan Klaim Sepihak
- 2Kalender Jawa 8 Juni 2026: Watak Weton Senin Legi, Sosok yang Ramah dan Disukai Banyak Orang
- 3Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan: Analisis Lengkap, Head to Head, dan Susunan Pemain
- 4Menkeu Purbaya Tidak Diganti, Rupiah dan IHSG Kompak Meroket
- 5Prediksi Skor Senegal vs Arab Saudi 10 Juni 2026, lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 6Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di HP dan Laptop Lewat Link Resmi
- 7Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 8Ketua Komisi IV DPR Beri Penghargaan Tim Operasi Pengamanan Taman Nasional Komodo
- 9Bos Blueray Cargo Akui Kucurkan Rp30 Miliar ke Dedi Congor
- 10Skandal Korupsi Kuota Haji, KPK Periksa Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur Pekan Depan




