Akurat Logo

Menteri Israel Desak Beirut Dibombardir, Tuntut 10 Gedung Dihancurkan untuk Setiap Roket dari Lebanon

Fitra Iskandar | 14 Juni 2026, 10:20 WIB
Menteri Israel Desak Beirut Dibombardir, Tuntut 10 Gedung Dihancurkan untuk Setiap Roket dari Lebanon
Ilustrasi gedung terkena rudal. Foto: INP

AKURAT.CO Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, kembali memicu kontroversi setelah menyerukan respons militer yang lebih keras terhadap serangan yang berasal dari Lebanon. Dalam pernyataan terbarunya pada Sabtu (14/6/2026), Smotrich menuntut penghancuran 10 bangunan di kawasan Dahiyeh, Beirut, untuk setiap roket yang ditembakkan ke wilayah Israel.

Melalui unggahan di platform media sosial X, Smotrich menyatakan bahwa Hizbullah tidak boleh memanfaatkan situasi regional dan perkembangan diplomatik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran untuk meningkatkan serangan terhadap Israel bagian utara.

Menurutnya, setiap peluncuran roket maupun drone dari Lebanon harus dibalas dengan serangan besar-besaran terhadap Dahiyeh, wilayah pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah.

“Untuk setiap roket yang ditembakkan ke Israel, 10 bangunan di Dahiyeh harus dihancurkan,” tulis Smotrich, seraya mendesak agar tindakan tersebut dilakukan secepat mungkin.

Sirene Serangan Kembali Berbunyi di Israel Utara

Pernyataan keras Smotrich muncul setelah militer Israel melaporkan aktivasi sirene peringatan di sejumlah komunitas di wilayah utara negara itu akibat serangan yang berasal dari Lebanon.

Menurut militer Israel, beberapa roket diluncurkan ke arah pasukan Israel yang beroperasi di wilayah perbatasan dan area yang diduduki di Lebanon selatan. Pihak militer mengklaim tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

Di saat yang sama, media Israel juga melaporkan adanya sebuah drone yang diluncurkan dari wilayah Lebanon dan berhasil melintasi perbatasan. Kejadian itu memicu alarm keamanan di sedikitnya dua komunitas di Israel utara.

Ketegangan Israel-Lebanon Kembali Meningkat

Insiden terbaru ini menambah ketegangan yang terus membayangi perbatasan Israel-Lebanon dalam beberapa bulan terakhir. Baku serang antara militer Israel dan Hizbullah kerap terjadi, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan Smotrich diperkirakan akan semakin memperkeruh situasi karena menyerukan serangan langsung terhadap kawasan padat penduduk yang menjadi pusat pengaruh Hizbullah di Beirut.

Sejumlah pengamat menilai retorika keras dari pejabat senior Israel tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan politik dan keamanan yang dihadapi pemerintah Israel di tengah situasi regional yang semakin tidak menentu.

Dengan ancaman serangan lintas perbatasan yang terus berlanjut, perhatian dunia kini tertuju pada kemungkinan eskalasi baru antara Israel dan Hizbullah yang berpotensi menyeret kawasan ke dalam konflik yang lebih luas.

Sumber: AA

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.