Warga Lebanon Pulang, Rumah Tinggal Reruntuhan: Harapan Damai Usai Kesepakatan AS-Iran Masih Diselimuti Ketidakpastian

AKURAT.CO Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diumumkan pekan ini memunculkan secercah harapan bagi warga Lebanon yang selama berbulan-bulan hidup di tengah konflik antara Israel dan Hizbullah. Namun bagi banyak keluarga yang kembali ke kampung halaman mereka, kenyataan yang ditemukan justru berupa rumah-rumah hancur dan masa depan yang masih penuh ketidakpastian.
Salah satunya dialami Adnan Kaour, warga Lebanon yang kembali ke kota pesisir Tyre, Lebanon selatan, pada Kamis (18/6/2026), hanya sepekan setelah militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi massal dan melancarkan serangan udara besar-besaran di wilayah tersebut.
Harapan Kaour untuk kembali menikmati apartemen keluarganya yang menghadap Laut Mediterania seketika sirna. Bangunan yang selama ini menjadi tempat berkumpul keluarga kini berubah menjadi tumpukan puing dan pecahan kaca.
Kesepakatan Damai Belum Hentikan Ketegangan di Lebanon
Kembalinya Kaour bertepatan dengan diumumkannya nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Kesepakatan tersebut juga menyerukan penghentian perang di Lebanon. Namun implementasinya masih menjadi tanda tanya besar karena Israel dan Hizbullah tidak terlibat langsung dalam perundingan tersebut.
Iran menuntut Israel menarik pasukannya dari wilayah Lebanon selatan yang saat ini masih diduduki. Namun isi kesepakatan sementara hanya menegaskan penghormatan terhadap integritas teritorial Lebanon tanpa secara eksplisit mewajibkan penarikan pasukan Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di "zona keamanan" Lebanon selatan selama dianggap diperlukan untuk kepentingan keamanan Israel.
Di sisi lain, Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri yang dikenal dekat dengan Hizbullah menyatakan kelompok tersebut siap menghormati gencatan senjata selama Israel juga mematuhi seluruh ketentuan yang disepakati.
"Kami Hanya Ingin Pulang dengan Aman"
Kaour yang kini tinggal di Jerman mengaku rutin menghabiskan musim panas di Tyre bersama keluarganya. Saat serangan Israel menghantam lingkungan tempat tinggalnya bulan lalu, ia sedang berada di luar negeri.
Ketika kembali, ia mendapati bangunannya masih berdiri, meski sebagian besar bangunan di sekitarnya telah rata dengan tanah. Namun kondisi di dalam apartemennya rusak parah akibat ledakan.
"Saya berharap perdamaian benar-benar terwujud dan perang ini segera berakhir sehingga semua orang bisa kembali ke rumah mereka," ujarnya.
"Kami tinggal di luar negeri, tetapi hati dan pikiran kami selalu ada di Lebanon."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








