Akurat Logo

Pria Tusuk 5 Orang di Edinburgh, Polisi Selidiki Dugaan Serangan Anti-Muslim

Fitra Iskandar | 21 Juni 2026, 15:19 WIB
Pria Tusuk 5 Orang di Edinburgh, Polisi Selidiki Dugaan Serangan Anti-Muslim
Pria Tusuk 5 Orang di Edinburgh, Polisi Selidiki Dugaan Serangan Anti-Muslim. Foto: Unsplash/Daniel von Appen

AKURAT.CO Kepolisian Skotlandia menangkap seorang pria setelah lima orang terluka dalam serangkaian aksi penusukan yang diduga bermotif kebencian terhadap Muslim di kota Edinburgh, Jumat malam waktu setempat.

Insiden tersebut memicu kekhawatiran di kalangan komunitas Muslim setelah dua korban pertama diserang di dekat sebuah masjid di wilayah barat Edinburgh. Menurut keterangan otoritas, pelaku juga diduga merusak sebuah kendaraan dan bangunan usaha sebelum akhirnya ditangkap.

Asosiasi Masjid Skotlandia (Scottish Association of Mosques) menyatakan bahwa dua jamaah menjadi korban serangan saat berjalan di sebuah taman usai menunaikan ibadah di Masjid Broomhouse.

Polisi mengungkapkan bahwa seluruh korban merupakan laki-laki berusia 22, 22, 24, 27, dan 39 tahun. Mereka mengalami berbagai tingkat luka, dengan tiga orang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Namun, pihak berwenang memastikan tidak ada korban yang mengalami luka yang mengancam jiwa.

Seorang pria kulit putih berusia 36 tahun telah diamankan terkait kasus tersebut. Mengingat adanya indikasi motif kebencian berbasis agama, unit kontra-terorisme kini turut bergabung dalam penyelidikan bersama Police Scotland.

Asisten Kepala Polisi Catriona Paton menegaskan bahwa tindakan rasisme dan kebencian terhadap kelompok agama tidak memiliki tempat di Skotlandia.

“Tidak ada tempat bagi rasisme maupun kebencian berbasis keyakinan di Skotlandia,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Menurut polisi, laporan penyerangan tidak hanya terjadi di sekitar area masjid, tetapi juga di sejumlah lokasi lain di bagian barat dan utara Edinburgh. Tiga korban lainnya diserang di kawasan Telford Road dan Leith Walk.

Petugas akhirnya berhasil menghadang tersangka menggunakan taser sebelum melakukan penangkapan. Meski demikian, taser tersebut tidak sampai digunakan.

Komunitas Muslim Terguncang

Direktur Urusan Publik Asosiasi Masjid Skotlandia, Omar Afzal, mengatakan peristiwa tersebut menimbulkan rasa terkejut, marah, dan cemas di kalangan Muslim di seluruh Skotlandia.

Menurutnya, serangan itu menjadi pengingat serius mengenai bahaya meningkatnya sentimen anti-Muslim yang selama ini dikhawatirkan oleh komunitas setempat.

“Serangan ini sangat mengganggu dan tidak terjadi begitu saja. Selama bertahun-tahun komunitas Muslim telah memperingatkan dampak dari normalisasi kebencian terhadap Muslim dalam ruang publik. Ketika prasangka dibiarkan tanpa tantangan, sebagian orang bisa merasa berani bertindak berdasarkan kebencian tersebut,” katanya.

Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan motif pelaku dan apakah rangkaian serangan tersebut dapat dikategorikan sebagai tindak terorisme atau kejahatan kebencian berbasis agama.

Sumber: Independent

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.