Akurat Logo

Dari Digitalisasi ke Destinasi Favorit Turis, Nurofiq Sukses Terbangkan Resort Nirwana Ujung Kulon

Yosi Winosa | 21 Juni 2026, 16:41 WIB
Dari Digitalisasi ke Destinasi Favorit Turis, Nurofiq Sukses Terbangkan Resort Nirwana Ujung Kulon
Resort Nirwana Ujung Kulon

AKURAT.CO Indonesia kaya akan bentangan garis pantai, menjadikan negara kepulauan ini sebagai magnet wisata berbasis alam dengan nilai ekonomi yang terus mendapat perhatian.

Nilai ekonomi satu kawasan perairan bisa mencapai triliunan rupiah per tahun, ditopang oleh jasa ekosistem, aktivitas wisata alam, serta pemanfaatan berkelanjutan sumber daya pesisir.

Peluang ekonomi tersebut semakin besar seiring meningkatnya mobilitas wisata nasional dan internasional ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Tak Sekadar Digitalisasi, QRIS BRI Jadi Andalan Astimah Menjaga Kelangsungan Warung RM Sederhana di Tengah Gejolak Ekonomi

Tanah Air punya posisi strategis untuk menangkap tren tersebut melalui pengembangan wisata pantai, wisata bahari, ekowisata, hingga ekonomi lokal berbasis UMKM, seperti yang dilakukan salah satu warga Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Adalah Ahmad Arofi (44), pria kelahiran Menes, Pandeglang, yang sukses mengubah resortnya menjadi tempat favorit para wisnus maupun turis bule usai digitalisasi sistem pembayaran. Ia membangun resort bernama Nirwana Ujung Kulon pada November 2022.

“Resort ini dibangun November 2022. Dimulai dengan land clearing, pembuatan dermaga. Keinginan sih pasti banyak tapi saya pribadipun baru dikehendaki Allah di November 2022. Manusia itu walaupun keinginan ada, modal ada, tapi kalau Allah belum berkehendak ada saja kendala. Lah saya modal tidak ada, meski cuma sedikit lah istilahnya, ada saja orang yang datang support,” kenang opik, panggilan akrabnya.

Pelan tapi pasti, resort Nurofiq berkembang dari semula 1 villa, menjadi beberapa villa. Total saat ini ada 8 villa, 5 di laut dan 3 di pantai. “Modal per villa itu start dari kasur, interior dan sebagainya Rp57 juta per 1 villa. Merintis, 1, 1, enggak langsung,” imbuhnya.

Nurofiq, pemilik resort Nirwana Ujung Kulon

Arofi juga mengaku sempat malang melintang berganti profesi sebelum akhirnya memutuskan untuk berbisnis resort. Di awal tahun 2000-an ia pernah merantau di Kota Depok, Jawa Barat. Pagi mengajar di SMP 3 PGRI Jakarta (Srengseng Sawah), siangnya menyupir. Kemudian di tahun 2005 ia merantau ke Kuala Lumpur, Malaysia hingga 2007.

“Di Malaysia, istilahnya kenyang sih enggak, cuman cukup. Pernah saya waktu di sana ngurut ibu kantinnya juga dan akhirnya buka praktik ngurut selepas pulang dari proyek setiap harinya. Ya kami mah istilahnya hidup di jalan pak,” tutur Rofiq.

Resort Makin Terbang Usai Digitalisasi

Villa dermaga di resort Nirwana, terapung di pesisir pantai

Sekitar pertengahan 2025, Arofi membuka rekening di BRI KC Labuan untuk koperasi. Sekali mendayung, iapun meminta petugas bank untuk membuatkan QRIS. Rofiq terinspirasi dari pengalamannya ketika membeli di sebuah warung di BSD, Tangerang, yang sudah terdigitalisasi semuanya.

“Pernah saya ke BSD ke warung transaksi semuanya pakai QRIS. Makanya waktu bikin rekening BRI itu, saya nanya sekalian ke petugasnya. Di toko-toko lain kan bisa QRIS pak, kami bisa dibantu buatkan? Bisa. Yasudah langsung jadi. Sekarang semua transaksi di sini pakai QRIS BRI untuk penginapan, warung, dan sebagainya,” ujar Opik.

Untuk mendukung kelancaran transaksi, Arofi juga meminta bantuan ke Dinas Pariwisata setempat agar diberi perangkat wifi demi keandalan internet. Akhirnya didapat bantuan perangkat wifi tersebut dari BI untuk mendukung keandalan semua transaksi di resortnya.

“Berbarengan juga kamu rapikan website Nirwanaujungkolon.com. Marketingin juga di Tiktok, IG, Facebook, WA, di Google juga sudah ada. Tamu-tamu bisa booking lewat nomor yang ada di situ,” ujar Opik.

Banyak manfaat yang dirasakan Rofiq usai digitalisasi transaksi. Misalnya karyawan yang berjaga di kasir tak perlu report mencari atau menyiapkan uang kembalian untuk transaksi seperti dulu.

“Namanya juga di kampung ya pak pasti masih ada saja yang kas. Tapi kalau wisatawan dari Jakarta misalnya mereka kan memang budanya sudah enggak mau bayar kas. Intinya jadi lebih ramai setelah digitalisasi ini,” kata Arofi.

Resort Arofi kini ada 5 unit yang di laut (villa dermaga) dan 3 di darat (villa pohon atas, villa phon bambu, villa kerucut) dengan harga bervariasi mulai Rp300.000 per malam hingga Rp700.000 per malam. Lain daripada itu, ada juga paket wisata macing menggunakan kapal kapasitas 10-15 angler, dengan harga Rp15-23 juta.

“Yang di laut sengaja dibuat untuk beramai, Rp700 ribu ramaian 7 orang paling per orang Rp100 ribu. Biasanya komunitas untuk yang cari suasana beda menginap di atas laut. Ada juga komunitas mancing mungkin mau paket wisata. Kalau bos-bos itu yang hobinya mancing uang 1,5jt per orang mah kecil. Jadi ini kami 24 jam operasional resortnya, ada shift malam juga. Buat yang semisal kemalaman bisa mampir ke sini pak,” papar Opik.

Usai digitalisasi transaksi, Arofi merasa banyak kemudahan yang didapat dan keenakan.

“Laporan harian juga jadi kelihatan. Kalau yang QRIS ini sistem transaksi cukup 2 HP, 1 untuk cek di rekening utama, untuk transfernya dibarcode sama 1 nya lagi, di QRIS lagi baru kirim kodenya, cepat. Karena ada pak bank lain setiap mau ambil uang ribet masih harus tanda tangan pemilik rekening stempe dan sebagainya, repot banget kalau seperti itu setiap hari kalau mau narik,” ungkap Opik.

Salah satu pengunjung resort NIrwana Ujung Kulon membayar via QRIS BRI

Seiring waktu, dari usaha resortnya yang berkembang, Arofi pun merambah bisnis lain berupa pemasangan wifi di Sumsel.

“Kalau untuk di resort enggak (rencana ekspansi). Kalau usaha lain ada target. Di Sumsel kan sinyal operator kurang, masuk lah kami di sana pasang wifi ke rumah-rumah. Sudah jalan setahunan. Cukup (omzetnya) untuk bayar-bayar karyawan saja 4 teknisi dan 2 IT sama sew kontrakan. Masih berputar cukup di situ saja. Ingin sih kalau ada modal Rp200 juta untuk mendongkrak lagi,” ujar Opik.

Manfaat digitalisasi di Ujung Kulon Nirwana Resort ternyata tidak hanya dirasakan pemilik usaha, tetapi juga pelaku wisata yang sehari-hari berinteraksi dengan wisatawan. Salah satunya dirasakan oleh Adit (41), seorang tour guide yang kerap membawa tamu domestik maupun wisatawan mancanegara ke kawasan Ujung Kulon.

Karyawan resort Nirwana Ujung Kulon berjaga sebagai kasir dan penjaga warung

Menurutnya, pengalaman singgah di resort milik Rofiq berbeda dibanding banyak lokasi wisata lain yang pernah didatangi. Bukan hanya karena transaksi yang sudah didukung QRIS BRI, tetapi juga karena kualitas konektivitas internet yang stabil.

Ia mengaku baru menemukan fasilitas wifi dengan akses mudah dan kecepatan yang benar-benar mendukung aktivitas kerja maupun kebutuhan wisatawan.

“Biasanya kalau bawa tamu atau lagi koordinasi perjalanan itu yang dicari sinyal dan internet. Saya sempat mampir ke banyak tempat, tapi baru di sini dapat wifi yang enggak pakai password dan koneksinya cepat, jadi betah. Kadang dipakai juga untuk meeting atau kirim kebutuhan perjalanan. Wisatawan asing juga banyak yang senang karena tetap bisa terkoneksi,” ujar Adit.

Menurutnya, keandalan internet dan kemudahan pembayaran digital menjadi nilai tambah yang membuat pengalaman wisata terasa lebih nyaman.

Kondisi itu juga membantu pelaku wisata seperti dirinya karena tamu menjadi lebih lama tinggal, lebih mudah melakukan pembayaran, dan lebih sering merekomendasikan lokasi kepada wisatawan lain.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.