Akurat Logo

AS Longgarkan Sanksi Minyak Iran, Teheran Buka Jalan bagi Inspektur Nuklir PBB

Fitra Iskandar | 23 Juni 2026, 08:05 WIB
AS Longgarkan Sanksi Minyak Iran, Teheran Buka Jalan bagi Inspektur Nuklir PBB
JD Vance. Foto: SC France24

AKURAT.CO Amerika Serikat mengambil langkah mengejutkan dengan menangguhkan sementara sanksi terhadap sektor minyak Iran setelah tercapainya kemajuan dalam pembicaraan antara kedua negara di Swiss. Keputusan tersebut diumumkan menyusul pernyataan Wakil Presiden AS JD Vance yang mengatakan Iran bersedia mengizinkan inspektur nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali memasuki negara itu.

Langkah terbaru ini muncul setelah Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman pekan lalu yang menjadi dasar bagi negosiasi lebih lanjut. Kesepakatan tersebut dicapai setelah hampir 40 hari ketegangan regional dan konflik yang berujung pada gencatan senjata yang masih dinilai rapuh.

Dalam keterangannya kepada media di Burgenstock Resort, Swiss, JD Vance menyebut kedua pihak telah meletakkan fondasi yang kuat untuk mencapai kesepakatan final.

“Kami telah membangun fondasi yang sangat baik menuju kesepakatan akhir yang sukses,” kata Vance.

Sanksi Minyak Iran Ditangguhkan

Departemen Keuangan Amerika Serikat secara terpisah mengumumkan bahwa sanksi terhadap ekspor minyak mentah Iran untuk sementara ditangguhkan hingga 21 Agustus. Kebijakan tersebut memungkinkan Iran kembali memproduksi, menjual, dan mengirimkan minyak mentah serta produk turunannya ke pasar internasional.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan keputusan itu diambil setelah Iran menunjukkan komitmen untuk menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz dan membuka akses bagi inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sebagian besar ekspor minyak dan gas dunia. Stabilitas kawasan tersebut menjadi perhatian utama pasar energi global.

Iran Setuju Terima Inspektur Nuklir PBB

Salah satu perkembangan penting dalam perundingan adalah kesediaan Iran menerima kembali tim inspeksi IAEA. Menurut Vance, langkah tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya mengurangi ketegangan terkait program nuklir Iran.

Sebelumnya, Iran membatasi sebagian kerja sama dengan IAEA setelah sejumlah fasilitas nuklirnya menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik 12 hari yang terjadi pada 2025. Meski demikian, komunikasi antara Iran dan badan pengawas nuklir PBB tidak sepenuhnya terputus.

Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menegaskan bahwa pembahasan mengenai isu nuklir masih bersifat awal dan belum memasuki tahap teknis yang rinci.

Aset Iran Berpotensi Dicairkan

Selain pelonggaran sanksi minyak, perundingan juga mencakup kemungkinan pencairan sebagian aset Iran yang selama ini dibekukan. Namun, JD Vance menegaskan belum ada dana yang dicairkan saat ini.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.