JD Vance Klaim Negosiasi AS-Iran Capai Kemajuan Besar, Kesepakatan Akhiri Perang Kian Dekat

AKURAT.CO Amerika Serikat dan Iran dikabarkan semakin dekat menuju kesepakatan besar untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari. Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan bahwa pembicaraan langsung dengan pejabat senior Iran di Swiss berhasil menciptakan fondasi yang kuat bagi tercapainya perjanjian damai permanen.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Vance mengakhiri serangkaian perundingan tingkat tinggi dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Meski para pejabat utama telah meninggalkan Swiss, tim teknis dari kedua negara masih melanjutkan pembahasan untuk merumuskan rincian kesepakatan akhir.
"Kami telah meletakkan fondasi yang baik untuk mencapai kesepakatan final yang sukses," kata Vance usai pertemuan tersebut.
Selat Hormuz Jadi Fokus Utama Perundingan
Salah satu hasil penting dari negosiasi adalah pembentukan mekanisme bersama untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka. Jalur pelayaran strategis tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi paling vital di dunia dan menjadi jalur utama ekspor minyak dari kawasan Teluk.
Pejabat Amerika Serikat menyebut kedua pihak telah mencapai kemajuan dalam upaya menjaga keamanan pelayaran internasional serta mengurangi risiko konflik yang dapat mengganggu pasokan energi global.
Selain itu, pembahasan juga mencakup situasi keamanan di Lebanon selatan, di mana gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran dilaporkan masih bertahan.
Kesepakatan Sementara Berlaku 60 Hari
Pekan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani kesepakatan sementara yang memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk menyelesaikan berbagai isu penting.
Salah satu agenda utama dalam negosiasi tersebut adalah masa depan program nuklir Iran yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara Teheran dan negara-negara Barat. Iran terus membantah tuduhan bahwa program nuklirnya bertujuan mengembangkan senjata nuklir.
Donald Trump menegaskan bahwa keberhasilan negosiasi bergantung pada hubungan yang saling menghormati antara kedua negara.
"Selama mereka menghormati kami, saya yakin tidak akan ada masalah," ujar Trump saat berbicara dari Gedung Putih.
Iran Siap Aktifkan Kembali Selat Hormuz
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan negaranya berharap Selat Hormuz dapat kembali beroperasi secara normal sesuai hukum internasional.
Menurutnya, pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut akan memberikan dampak positif bagi ekonomi regional maupun global yang sempat terguncang akibat konflik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








