Akurat Logo

JD Vance Klaim Negosiasi AS-Iran Capai Kemajuan Besar, Kesepakatan Akhiri Perang Kian Dekat

Fitra Iskandar | 23 Juni 2026, 12:04 WIB
JD Vance Klaim Negosiasi AS-Iran Capai Kemajuan Besar, Kesepakatan Akhiri Perang Kian Dekat
JD Vance. Foto: Swissinfo

AKURAT.CO Amerika Serikat dan Iran dikabarkan semakin dekat menuju kesepakatan besar untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari. Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan bahwa pembicaraan langsung dengan pejabat senior Iran di Swiss berhasil menciptakan fondasi yang kuat bagi tercapainya perjanjian damai permanen.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Vance mengakhiri serangkaian perundingan tingkat tinggi dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Meski para pejabat utama telah meninggalkan Swiss, tim teknis dari kedua negara masih melanjutkan pembahasan untuk merumuskan rincian kesepakatan akhir.

"Kami telah meletakkan fondasi yang baik untuk mencapai kesepakatan final yang sukses," kata Vance usai pertemuan tersebut.

Selat Hormuz Jadi Fokus Utama Perundingan

Salah satu hasil penting dari negosiasi adalah pembentukan mekanisme bersama untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka. Jalur pelayaran strategis tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi paling vital di dunia dan menjadi jalur utama ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Pejabat Amerika Serikat menyebut kedua pihak telah mencapai kemajuan dalam upaya menjaga keamanan pelayaran internasional serta mengurangi risiko konflik yang dapat mengganggu pasokan energi global.

Selain itu, pembahasan juga mencakup situasi keamanan di Lebanon selatan, di mana gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran dilaporkan masih bertahan.

Kesepakatan Sementara Berlaku 60 Hari

Pekan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani kesepakatan sementara yang memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk menyelesaikan berbagai isu penting.

Salah satu agenda utama dalam negosiasi tersebut adalah masa depan program nuklir Iran yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara Teheran dan negara-negara Barat. Iran terus membantah tuduhan bahwa program nuklirnya bertujuan mengembangkan senjata nuklir.

Donald Trump menegaskan bahwa keberhasilan negosiasi bergantung pada hubungan yang saling menghormati antara kedua negara.

"Selama mereka menghormati kami, saya yakin tidak akan ada masalah," ujar Trump saat berbicara dari Gedung Putih.

Iran Siap Aktifkan Kembali Selat Hormuz

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan negaranya berharap Selat Hormuz dapat kembali beroperasi secara normal sesuai hukum internasional.

Menurutnya, pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut akan memberikan dampak positif bagi ekonomi regional maupun global yang sempat terguncang akibat konflik.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.