Akurat Logo

Surat Rahasia Khamenei Bocor, Picu Gejolak Politik di Iran

Lufaefi | 24 Juni 2026, 06:14 WIB
Surat Rahasia Khamenei Bocor, Picu Gejolak Politik di Iran
Pimpinan Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (Instagram @mojtabakhamenei)

AKURAT.CO Politik Iran kembali memanas setelah seorang mantan anggota tim negosiasi mengungkap isi surat yang diklaim sebagai korespondensi rahasia Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, terkait perundingan dengan Amerika Serikat.

Pengungkapan tersebut memicu kontroversi luas, mulai dari ancaman proses hukum, tuntutan pemecatan pejabat, hingga pengunduran diri petinggi lembaga penyiaran negara.

Mahmoud Nabavian, yang kini menjabat Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Iran, menyampaikan klaim tersebut dalam wawancara yang disiarkan televisi pemerintah.

Ia mengaku mengetahui isi surat-surat rahasia yang menunjukkan bahwa Khamenei menilai tim negosiasi telah melampaui mandat yang diberikan dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: NHM Peduli Dampingi Pasien Jantung Rematik Asal Lingkar Tambang Hingga Sukses Jalani Operasi di Jakarta

Wawancara tersebut dihentikan secara mendadak setelah Nabavian mengungkap informasi sensitif. Tidak lama kemudian, rekaman siaran dihapus dari platform resmi penyiaran negara. Seorang pejabat senior lembaga penyiaran Iran juga dilaporkan mengundurkan diri beberapa saat setelah insiden itu.

Pernyataan Nabavian segera menuai reaksi keras dari berbagai kalangan. Juru bicara tim negosiasi Iran membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai informasi lama yang telah dipelintir.

Sementara itu, televisi pemerintah menilai pernyataan Nabavian berpotensi melanggar hukum dan dapat menjadi dasar tuntutan pidana.

Di tengah polemik tersebut, sejumlah tokoh politik yang dekat dengan kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mendesak agar pihak yang membocorkan informasi rahasia segera diidentifikasi.

Kelompok reformis dan sentris juga kembali mengkritik lembaga penyiaran negara yang dinilai kerap menjadi alat politik kelompok garis keras.

Kontroversi ini sekaligus membuka perdebatan mengenai sejauh mana keterlibatan langsung Khamenei dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat. Selama ini, banyak pihak beranggapan bahwa pemimpin tertinggi hanya memberikan arahan umum. Namun, klaim Nabavian mengindikasikan adanya keterlibatan yang lebih rinci dalam setiap tahapan perundingan.

Menurut Nabavian, Khamenei menetapkan sedikitnya 11 syarat sebelum negosiasi dapat dilanjutkan. Syarat tersebut mencakup kompensasi dari Amerika Serikat, pengakuan hak Iran untuk memperkaya uranium, pencabutan sanksi ekonomi, pembebasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri, hingga pengakuan atas kedaulatan Iran di Selat Hormuz.

Nabavian juga mengklaim bahwa Khamenei pernah mengirim pesan yang mengkritik hasil perundingan sebelumnya karena dianggap tidak sesuai dengan mandat yang diberikan. Ia menuding sejumlah pejabat negosiasi mengabaikan arahan tersebut dan mempertanyakan mengapa informasi itu tidak disampaikan kepada publik.

Baca Juga: 11.000 Pelaut Terjebak di Teluk Akibat Perang AS-Iran, PBB Siapkan Evakuasi Besar-Besaran

Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan penjelasan resmi mengenai keaslian dokumen yang disebut Nabavian. Namun, polemik tersebut telah memperdalam ketegangan politik di tengah berlangsungnya upaya diplomatik Iran dan Amerika Serikat untuk mencari titik temu dalam berbagai isu strategis, termasuk program nuklir dan pencabutan sanksi internasional.

Sumber: The Guardian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi