Tragedi Penembakan di Pusat Kesejahteraan Anak Jerman, 6 Pegawai Tewas

AKURAT.CO Penembakan maut mengguncang sebuah fasilitas kesejahteraan remaja di Kota Stade, Jerman utara, Senin (29/6/2026). Enam orang tewas dan sejumlah korban lainnya luka. Polisi menduga insiden berdarah tersebut dipicu oleh sengketa hak asuh anak (custody dispute).
Peristiwa terjadi di sebuah pusat layanan sosial yang berlokasi di Jalan Dankersstrasse, kawasan selatan pusat Kota Stade. Fasilitas tersebut diketahui menyediakan tempat tinggal sementara bagi perempuan hamil serta ibu muda yang tinggal bersama anak-anak mereka.
Lima korban meninggal dunia di lokasi kejadian, terdiri dari empat perempuan dan satu laki-laki. Satu korban lainnya yang sempat dilarikan ke rumah sakit akhirnya meninggal akibat luka-luka yang dideritanya.
Pihak kepolisian memastikan seluruh korban tewas merupakan pegawai pusat kesejahteraan anak tersebut atau bekerja di lembaga yang berafiliasi dengannya.
Polisi: Motif Diduga Sengketa Hak Asuh Anak
Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Niedersachsen (Lower Saxony), Daniela Behrens, menyebut penembakan itu sebagai tindak kejahatan yang dilakukan dengan sangat kejam.
"Polisi sedang menyelidiki motif dan kronologi kejadian secara intensif. Berdasarkan temuan awal, kasus ini tampaknya berkaitan dengan sengketa hak asuh anak," ujar Behrens dalam konferensi pers.
Meski demikian, aparat menegaskan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan motif pasti serta keterlibatan pihak lain.
Pelaku Ditangkap, Dua Orang Lain Ikut Diperiksa
Polisi bergerak cepat dengan menangkap seorang pria yang diduga sebagai pelaku utama penembakan.
Selain itu, dua orang lainnya juga menjalani tindakan kepolisian karena dicurigai memiliki keterkaitan dengan insiden tersebut. Hingga kini, pihak berwenang belum mengungkap identitas para tersangka maupun hubungan mereka dengan para korban.
Sejumlah Korban Luka, Kondisinya Serius
Selain enam korban tewas, beberapa orang lainnya mengalami luka-luka akibat penembakan. Menurut laporan media Jerman, sebagian korban berada dalam kondisi serius.
Namun, kepolisian belum merilis jumlah pasti korban luka maupun identitas mereka.
Saksi: Terdengar Rentetan Tembakan
Seorang warga yang tinggal tepat di seberang lokasi kejadian, Vitali Mertens, mengaku mendengar suara tembakan sebelum kawasan tersebut langsung dipenuhi aparat keamanan.
"Saya mendengar suara tembakan, lalu seluruh area segera ditutup polisi," katanya.
Rekaman video dari lokasi memperlihatkan puluhan personel polisi, ambulans, dan petugas layanan darurat memenuhi jalan permukiman tempat penembakan terjadi.
Kota Stade Diguncang Tragedi Langka
Stade merupakan kota berpenduduk sekitar 50.000 jiwa yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Hamburg.
Meski Jerman memiliki aturan kepemilikan senjata api yang jauh lebih ketat dibandingkan Amerika Serikat, kasus penembakan massal tetap sesekali terjadi, meski tergolong jarang.
Insiden di Stade kini menjadi salah satu kasus penembakan paling mematikan di Jerman tahun ini. Polisi masih mengumpulkan bukti dan memeriksa para saksi untuk mengungkap secara utuh latar belakang tragedi tersebut.
Sumber: Reuters
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








