Penembakan Maut di Jerman! Enam Orang Tewas di Rumah Perlindungan Ibu dan Anak

AKURAT.CO Aksi penembakan mematikan mengguncang sebuah rumah perlindungan bagi ibu dan anak di Kota Stade, Jerman utara, pada Senin (29/6/2026). Sedikitnya enam orang tewas setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di dalam fasilitas tersebut.
Otoritas Jerman mengidentifikasi pelaku sebagai pria berusia 45 tahun yang diduga terlibat sengketa hak asuh anak. Insiden tragis itu terjadi saat pelaku menghadiri pertemuan yang telah dijadwalkan di rumah perlindungan tersebut.
Menurut penyelidikan awal, pria tersebut tiba di fasilitas yang berada di dekat Kota Hamburg sekitar tengah hari sebelum tiba-tiba mengeluarkan senjata api dan menembaki para pegawai.
Seluruh korban tewas merupakan staf rumah perlindungan, terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki.
Pihak berwenang memastikan bayi perempuan pelaku yang baru berusia tiga bulan serta ibu bayi tersebut selamat tanpa mengalami luka.
Setelah penembakan, polisi menangkap pria yang diduga sebagai pelaku bersama ibu dari bayi tersebut dan seorang perempuan lain untuk kepentingan penyelidikan.
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut.
"Saya sangat terkejut dengan tingkat kekerasan yang terjadi di tempat yang seharusnya menjadi ruang perlindungan," ujarnya.
Polisi sempat meminta warga menghindari kawasan sekitar lokasi kejadian sebagai langkah antisipasi. Namun, beberapa jam kemudian aparat memastikan tidak ada lagi ancaman terhadap masyarakat.
Lokasi penembakan berada di kawasan permukiman dengan jalan berbatu yang dikelilingi rumah-rumah bata merah. Garis polisi dipasang mengelilingi area, sementara tim forensik bekerja hingga malam hari untuk mengumpulkan barang bukti.
Lima korban dinyatakan meninggal di tempat, sedangkan satu korban lainnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Rekaman video yang dipublikasikan media Bild memperlihatkan polisi mengepung dan menangkap dua orang di dalam sebuah mobil yang terlihat melaju dengan salah satu ban dalam kondisi rusak.
Penyidik mengungkapkan bahwa tersangka tinggal di wilayah Hannover, lahir di Jerman, dan memiliki keturunan Turki.
Penembakan Massal Masih Jarang Terjadi di Jerman
Kasus penembakan massal tergolong jarang terjadi di Jerman dibandingkan sejumlah negara lain seperti Amerika Serikat.
Meski demikian, negara itu pernah diguncang beberapa insiden serupa. Pada 2023, seorang pria bersenjata menewaskan enam orang di sebuah gedung milik komunitas Saksi-Saksi Yehuwa di Hamburg sebelum mengakhiri hidupnya sendiri.
Sementara pada 2016, seorang pemuda keturunan Jerman-Iran berusia 18 tahun menewaskan sedikitnya sembilan orang dalam aksi penembakan di Kota Munich sebelum akhirnya bunuh diri.
Tragedi terbaru di Stade kembali memicu perdebatan mengenai keamanan fasilitas publik serta perlindungan bagi perempuan dan anak yang berlindung di rumah aman di Jerman.
Sumber: Outlookindia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kementerian ESDM: Tabung CNG 3 Kg Tak Perlu Dibeli, Masyarakat Cukup Tukar Isi Gas
- 2Trump Perintahkan Serangan Balasan, AS Kembali Gempur Iran
- 3Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 Rilis! Ini Jadwal Laga Big Match yang Wajib Tonton
- 4Edwin van Der Sar Harap Timnas Indonesia Bisa Segera Tampil di Piala Dunia
- 5KPK Dikabarkan Gelar OTT di Kuansing, Sejumlah Pejabat Pemkab Diamankan
- 6Masjid Hajjah Yuliana Dibangun di Melbourne, Simbol Bakti kepada Orang Tua dan Gotong Royong Diaspora
- 7Afrika Selatan vs Kanada: Gol Menit Akhir Stephen Eustaquio Bawa Tuan Rumah ke 32 Besar
- 8Israel Resmi Akui Genosida Armenia, Turki Murka Sebut Upaya Tutupi Kejahatan di Gaza
- 9Update Terbaru Bagan 16 Besar Piala Dunia 2026: Jerman dan Belanda Gugur
- 10Tiba di Gedung KPK, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Tampil Lebih Kurus




