Presiden Israel Dorong Perdamaian dengan Lebanon, Tegaskan Satu Syarat Penting

AKURAT.CO Presiden Israel, Isaac Herzog, menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Israel dan Lebanon. Herzog menyebut kesepakatan tersebut sebagai tonggak penting untuk memperkuat stabilitas kawasan sekaligus membuka babak baru dalam hubungan kedua negara yang selama ini diwarnai ketegangan.
Dalam pernyataannya, Herzog menegaskan Israel menginginkan perdamaian yang berkelanjutan dengan Lebanon. Menurutnya, stabilitas jangka panjang hanya dapat terwujud jika terbebas dari pengaruh Iran dan kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Teheran.
Herzog: Kesepakatan Jadi Langkah Positif bagi Stabilitas
Herzog mengatakan nota kesepahaman yang telah disepakati merupakan perkembangan positif yang berpotensi mengurangi ketegangan di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon.
Ia menilai kesepakatan tersebut dapat menjadi fondasi bagi terciptanya keamanan yang lebih kuat sekaligus membuka ruang dialog yang lebih konstruktif antara kedua belah pihak.
"Kesepakatan ini menjadi peluang untuk membangun stabilitas dan memulai fase baru yang didasarkan pada saling pengertian," ujarnya.
Israel Ingin Perdamaian Berkelanjutan dengan Lebanon
Dalam pernyataan yang sama, Herzog menegaskan bahwa Israel menginginkan hubungan damai yang berlangsung dalam jangka panjang, bukan sekadar gencatan senjata sementara.
Ia menekankan bahwa perdamaian tersebut harus berlangsung tanpa campur tangan atau pengaruh Iran di Lebanon. Menurutnya, berakhirnya pengaruh kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Teheran menjadi faktor penting untuk menciptakan keamanan regional yang lebih stabil.
Serukan Semua Pihak Jalankan Isi Kesepakatan
Herzog juga mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk menjalankan isi nota kesepahaman secara konsisten.
Menurutnya, implementasi penuh terhadap seluruh ketentuan dalam perjanjian akan menjadi kunci dalam mencegah kembali meningkatnya ketegangan serta memperkuat keamanan di kawasan perbatasan.
Ia berharap kesepakatan tersebut menjadi awal dari hubungan yang lebih stabil antara Israel dan Lebanon, dengan mengedepankan penghormatan terhadap komitmen yang telah disepakati bersama.
Meski demikian, hingga kini belum diungkap secara rinci isi lengkap nota kesepahaman tersebut maupun mekanisme pelaksanaannya. Perkembangan implementasi kesepakatan masih akan menjadi perhatian komunitas internasional mengingat hubungan Israel dan Lebanon selama beberapa dekade kerap diwarnai konflik di wilayah perbatasan.
Sumber: Voiceofemirates
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








