Akurat Logo

Peringatan 105 Tahun Partai Komunis China: Xi Jinping Tegaskan Tak Akan Toleransi Kemerdekaan Taiwan

Fitra Iskandar | 2 Juli 2026, 09:49 WIB
Peringatan 105 Tahun Partai Komunis China: Xi Jinping Tegaskan Tak Akan Toleransi Kemerdekaan Taiwan
Xi Jinping. Foto: Asiatoday

AKURAT.CO Presiden China Xi Jinping kembali mengeluarkan peringatan keras terhadap kelompok pendukung kemerdekaan Taiwan. Dalam pidatonya pada peringatan 105 tahun berdirinya Partai Komunis China, Xi menegaskan bahwa Beijing tidak akan memberikan toleransi terhadap upaya pemisahan Taiwan dan akan terus mendorong reunifikasi dengan daratan China.

Pidato tersebut disampaikan Xi di Balai Agung Rakyat, Beijing, pada 1 Juli, dan disiarkan oleh media pemerintah China, termasuk Xinhua.

"Kami akan dengan tegas menghantam kekuatan separatis yang mendorong kemerdekaan Taiwan serta menentang segala bentuk campur tangan asing," tegas Xi.

Ia juga menambahkan bahwa China akan terus mendorong "tujuan besar reunifikasi nasional" sebagai bagian dari misi sejarah Partai Komunis.

Reunifikasi Taiwan Disebut Sebagai Misi Bersejarah

Dalam pidatonya, Xi menyebut penyelesaian persoalan Taiwan merupakan agenda yang telah lama diperjuangkan Partai Komunis China.

Menurutnya, penyatuan kembali Taiwan dengan China daratan bukan hanya target politik, tetapi juga aspirasi seluruh rakyat China.

Xi kembali menegaskan komitmen Beijing terhadap prinsip "Satu China" (One China Principle) serta Konsensus 1992, yang menjadi dasar hubungan lintas Selat Taiwan meskipun ditafsirkan berbeda oleh masing-masing pihak.

Pernyataan tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa pemerintah China tidak akan mengubah posisinya di tengah meningkatnya ketegangan dengan Taiwan dan negara-negara Barat.

Xi Dorong Militer China Menjadi Kekuatan Kelas Dunia

Selain menyoroti isu Taiwan, Xi juga memberikan penekanan besar terhadap pembangunan kekuatan militer China.

Ia mengatakan bahwa negara yang kuat harus didukung oleh angkatan bersenjata yang kuat.

"Untuk menjadi negara besar, kita harus memiliki militer yang kuat. Hanya dengan militer yang kuat sebuah negara dapat menjamin keamanannya," ujar Xi.

Ia meminta seluruh jajaran militer menjalankan strategi pembangunan pertahanan nasional di era baru serta mempercepat modernisasi angkatan bersenjata.

Xi bahkan menargetkan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) berkembang menjadi militer kelas dunia sesuai target yang telah ditetapkan menjelang peringatan 100 tahun berdirinya PLA.

Xi Isyaratkan Ambisi Jangka Panjang Memimpin China

Dalam kesempatan yang sama, Xi memuji perjalanan 105 tahun Partai Komunis China sebagai sejarah yang membanggakan.

Namun, ia mengingatkan para kader partai agar tidak cepat puas atas pencapaian yang telah diraih.

"Kita tidak boleh menjadi sombong atau berpuas diri dengan keadaan saat ini," katanya.

Xi juga menegaskan kembali target membangun China menjadi negara sosialis modern sepenuhnya pada pertengahan abad ke-21 melalui pencapaian Second Centenary Goal, sebuah agenda pembangunan nasional jangka panjang yang menjadi salah satu visi utama pemerintahannya.

Pernyataan tersebut dinilai banyak pengamat sebagai sinyal bahwa Xi masih bertekad mempertahankan kepemimpinannya untuk memastikan seluruh target strategis tersebut dapat terwujud.

Sumber: Asiatoday

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.