Akurat Logo

Helikopter Tempur Amerika Serikat Dilaporkan Jatuh di Laut Arab

Fitra Iskandar | 2 Juli 2026, 12:40 WIB
Helikopter Tempur Amerika Serikat Dilaporkan Jatuh di Laut Arab
Ilustrasi helikopter. Foto: Unsplash

AKURAT.CO Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) meluncurkan operasi pencarian darurat setelah sebuah helikopter MH-60S Sea Hawk melakukan pendaratan darurat di perairan Laut Arab. Hingga kini, satu awak helikopter masih dinyatakan hilang.

Insiden terjadi pada 1 Juli sekitar pukul 03.30 ET, saat helikopter yang bertugas dari kapal induk USS George H.W. Bush (CVN-77) mengalami keadaan darurat dan terpaksa mendarat di permukaan laut.

Komando Armada Kelima Angkatan Laut AS (US 5th Fleet) menyatakan helikopter tersebut membawa empat awak. Tiga di antaranya berhasil dievakuasi dalam kondisi stabil dan telah dibawa kembali ke kapal induk USS George H.W. Bush.

Sementara itu, satu awak lainnya hingga kini belum ditemukan. Berbagai aset militer Amerika Serikat yang berada di kawasan telah dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.

Dalam pernyataan resminya, Armada Kelima AS menegaskan bahwa tidak ada indikasi insiden tersebut dipicu oleh aksi permusuhan atau serangan musuh.

"Tidak ada indikasi bahwa pendaratan darurat ini disebabkan oleh tindakan bermusuhan. Tiga dari empat awak telah berhasil diselamatkan dan berada dalam kondisi stabil di atas USS George H.W. Bush. Operasi pencarian terhadap satu awak yang masih hilang terus berlangsung," demikian pernyataan US 5th Fleet.

Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.

Terjadi di Tengah Ketegangan Kawasan

Insiden ini terjadi ketika militer Amerika Serikat meningkatkan kehadiran pasukannya di kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya ketegangan regional, termasuk konflik dengan Iran yang sempat memicu gangguan terhadap lalu lintas pelayaran di sekitar Selat Hormuz.

USS George H.W. Bush merupakan salah satu kapal induk terbesar milik Angkatan Laut AS yang saat ini beroperasi di wilayah tersebut sebagai bagian dari misi menjaga stabilitas dan keamanan maritim.

Hingga berita ini diturunkan, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) belum memberikan keterangan tambahan terkait insiden tersebut. Fokus utama saat ini adalah menemukan satu awak helikopter yang masih dinyatakan hilang, sementara investigasi mengenai penyebab pendaratan darurat terus berlangsung.

 Sumber: Metro

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.