Akurat Logo

Interpol Terbitkan Red Notice untuk Wanita Ukraina, Diduga Dalang Bom yang Targetkan Miliarder di Monaco

Fitra Iskandar | 3 Juli 2026, 20:59 WIB
Interpol Terbitkan Red Notice untuk Wanita Ukraina, Diduga Dalang Bom yang Targetkan Miliarder di Monaco
Ilustrasi Monaco. Foto: Unsplash

AKURAT.CO Interpol resmi menerbitkan Red Notice terhadap seorang wanita berkewarganegaraan Ukraina yang diduga menjadi dalang aksi peledakan bom di Monaco yang menargetkan seorang miliarder asal Ukraina beserta keluarganya.

Dalam pengumuman yang dirilis pada Jumat (7/8/2026), Interpol mengidentifikasi tersangka sebagai Anastasiia Berezovska, 39 tahun. Ia diburu atas tuduhan percobaan pembunuhan serta keterlibatan dalam pemasangan bahan peledak di jalan umum dengan tujuan kriminal.

Penerbitan Red Notice memungkinkan aparat penegak hukum di berbagai negara untuk melacak dan menangkap tersangka guna menghadapi proses hukum di Monaco.

Diduga Menyamar sebagai Pria

Penyelidikan mengungkap bahwa Berezovska diduga menyamar sebagai pria untuk menghindari identifikasi.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Monaco, Morgan Raymon, mengatakan penyidik awalnya mengira pelaku adalah seorang pria bertubuh besar yang mengenakan atasan lengan panjang berwarna gelap, celana pendek terang, serta topi bucket hitam.

Namun setelah menganalisis rekaman kamera pengawas dari beberapa hari sebelumnya dan memperoleh keterangan saksi, penyidik menyimpulkan bahwa pelaku sebenarnya adalah seorang perempuan yang sengaja menyamar sebagai laki-laki.

Interpol menyebut Berezovska memiliki tato besar yang diduga bergambar ular membentang dari bahu hingga siku kanan serta mampu berbicara dalam bahasa Jerman.

Diduga Kabur Lewat Prancis dan Italia

Menurut otoritas Monaco, alamat terakhir tersangka diketahui berada di Jerman.

Setelah ledakan terjadi, Berezovska diyakini melarikan diri menggunakan mobil sewaan dengan melintasi Prancis sebelum menuju Italia.

Hingga kini, aparat keamanan di sejumlah negara Eropa masih melakukan pencarian terhadap perempuan tersebut.

Bom Diledakkan dari Jarak Jauh

Penyidik menyatakan bom yang digunakan dalam serangan itu dipicu menggunakan alat kendali jarak jauh.

Sisa-sisa bahan peledak telah dikirim ke laboratorium forensik di Prancis untuk dianalisis guna mengungkap jenis bom dan kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam serangan tersebut.

Miliarder Asal Ukraina Diduga Jadi Sasaran

Otoritas Monaco belum mengungkap identitas resmi para korban.

Namun sejumlah media Prancis dan Ukraina melaporkan bahwa target utama serangan diduga adalah Vadym Yermolaiev, pengusaha kaya kelahiran Ukraina yang kini berstatus warga negara Siprus.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.