Gelombang Panas Ekstrem Guncang AS, Jaringan Listrik Terbesar Keluarkan Peringatan Darurat

AKURAT.CO Gelombang panas ekstrem yang terus melanda Amerika Serikat membuat sistem kelistrikan nasional negara itu berada di bawah tekanan berat. Operator jaringan listrik terbesar di negara itu, PJM Interconnection, mengeluarkan peringatan darurat pada Jumat (4/7/2026) dan meminta pelanggan yang tergabung dalam program penghematan energi untuk segera mengurangi konsumsi listrik.
Langkah tersebut diambil setelah meningkatnya gangguan pada sejumlah pembangkit listrik, kepadatan jaringan transmisi, serta lonjakan penggunaan pendingin udara yang mendorong permintaan listrik mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah.
PJM menjelaskan, permintaan pengurangan konsumsi berlaku bagi pelanggan industri maupun rumah tangga yang mengikuti program demand response, yaitu skema yang memberikan insentif kepada pelanggan sebagai imbalan atas pengurangan penggunaan listrik saat kondisi darurat.
Permintaan Listrik Nyaris Sentuh Rekor Tertinggi
Peringatan darurat diberlakukan untuk menjaga cadangan daya tetap aman selama jam-jam konsumsi puncak pada Jumat sore waktu setempat sekaligus mencegah terjadinya pemadaman listrik.
Operator juga telah memberi pemberitahuan kepada jaringan listrik di wilayah tetangga, termasuk New York dan kawasan Midwest, bahwa ekspor listrik dari sistem PJM kemungkinan akan dibatasi agar pasokan domestik tetap terjaga.
PJM melayani sekitar 67 juta penduduk yang tersebar di kawasan Mid-Atlantic, sebagian wilayah selatan Amerika Serikat, hingga Washington DC.
Sepanjang pekan ini, operator terus meningkatkan langkah konservasi energi karena permintaan listrik mendekati rekor beban puncak sebesar 165,6 gigawatt (GW) yang tercatat sekitar 20 tahun lalu.
Data sementara menunjukkan beban listrik pada Kamis malam mencapai sekitar 163 GW, hanya terpaut tipis dari rekor historis tersebut.
Gangguan Pembangkit Paksa Aktifkan Pembangkit Cadangan
Di tengah tingginya konsumsi listrik pada Kamis malam, PJM mengalami penurunan kapasitas pembangkit secara tiba-tiba.
Situasi itu memaksa operator mengaktifkan peaker plants, yakni pembangkit listrik berbahan bakar fosil berbiaya tinggi yang hanya dioperasikan saat permintaan listrik melonjak drastis atau ketika pasokan utama terganggu.
Meski menghadapi tekanan besar, PJM memastikan sistem kelistrikan tetap stabil dan tidak terjadi pemadaman listrik selama periode kritis tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bentrokan Berdarah Guncang Iran Barat, Pemberontakan Kurdi Kembali Menguat di Tengah Negosiasi AS-Iran?
- 2Update Bagan Piala Dunia 2026 Terbaru: 10 Tim Sudah Lolos ke 16 Besar
- 3Prancis vs Swedia: Cetak Brace, Kylian Mbappe Kudeta Posisi Dua Top Skor Abadi Piala Dunia
- 4Jadwal Lengkap Piala Dunia 2 Juli 2026: Persaingan Sengit Menuju 16 Besar
- 5Kalender Jawa 3 Juli 2026: Weton Jumat Legi Berwatak Tegas, tapi Mudah Marah
- 6Kalender Jawa Juli 2026 Lengkap: Cek Weton, Pasaran, dan Jumlah Neptu
- 7Rencana Trump Jual Jet Tempur F-35 ke Turki Tuai Kritik, Dinilai Bisa Untungkan Rusia
- 8Profil Diska Resha Putra, Suami Sarah Gibson yang Jadi Sorotan Usai Diduga Selingkuh
- 9OTT KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin, Masih Diperiksa Intensif
- 1098 Persen Siswa Terbukti Mudah Memahami Pelajaran Berkat Papan Interaktif Digital







