Akurat Logo

Gelombang Panas Ekstrem Guncang AS, Jaringan Listrik Terbesar Keluarkan Peringatan Darurat

Fitra Iskandar | 4 Juli 2026, 10:49 WIB
Gelombang Panas Ekstrem Guncang AS, Jaringan Listrik Terbesar Keluarkan Peringatan Darurat
Ilustrasi tower listrik. Foto: Unsplash

AKURAT.CO Gelombang panas ekstrem yang terus melanda Amerika Serikat membuat sistem kelistrikan nasional negara itu berada di bawah tekanan berat. Operator jaringan listrik terbesar di negara itu, PJM Interconnection, mengeluarkan peringatan darurat pada Jumat (4/7/2026) dan meminta pelanggan yang tergabung dalam program penghematan energi untuk segera mengurangi konsumsi listrik.

Langkah tersebut diambil setelah meningkatnya gangguan pada sejumlah pembangkit listrik, kepadatan jaringan transmisi, serta lonjakan penggunaan pendingin udara yang mendorong permintaan listrik mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah.

PJM menjelaskan, permintaan pengurangan konsumsi berlaku bagi pelanggan industri maupun rumah tangga yang mengikuti program demand response, yaitu skema yang memberikan insentif kepada pelanggan sebagai imbalan atas pengurangan penggunaan listrik saat kondisi darurat.

Permintaan Listrik Nyaris Sentuh Rekor Tertinggi

Peringatan darurat diberlakukan untuk menjaga cadangan daya tetap aman selama jam-jam konsumsi puncak pada Jumat sore waktu setempat sekaligus mencegah terjadinya pemadaman listrik.

Operator juga telah memberi pemberitahuan kepada jaringan listrik di wilayah tetangga, termasuk New York dan kawasan Midwest, bahwa ekspor listrik dari sistem PJM kemungkinan akan dibatasi agar pasokan domestik tetap terjaga.

PJM melayani sekitar 67 juta penduduk yang tersebar di kawasan Mid-Atlantic, sebagian wilayah selatan Amerika Serikat, hingga Washington DC.

Sepanjang pekan ini, operator terus meningkatkan langkah konservasi energi karena permintaan listrik mendekati rekor beban puncak sebesar 165,6 gigawatt (GW) yang tercatat sekitar 20 tahun lalu.

Data sementara menunjukkan beban listrik pada Kamis malam mencapai sekitar 163 GW, hanya terpaut tipis dari rekor historis tersebut.

Gangguan Pembangkit Paksa Aktifkan Pembangkit Cadangan

Di tengah tingginya konsumsi listrik pada Kamis malam, PJM mengalami penurunan kapasitas pembangkit secara tiba-tiba.

Situasi itu memaksa operator mengaktifkan peaker plants, yakni pembangkit listrik berbahan bakar fosil berbiaya tinggi yang hanya dioperasikan saat permintaan listrik melonjak drastis atau ketika pasokan utama terganggu.

Meski menghadapi tekanan besar, PJM memastikan sistem kelistrikan tetap stabil dan tidak terjadi pemadaman listrik selama periode kritis tersebut.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.