Intelijen Israel Ungkap Dugaan Plot Iran Bunuh Trump, Analis: Waktunya Bukan Kebetulan

AKURAT.CO Munculnya laporan intelijen Israel mengenai dugaan rencana Iran untuk membunuh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai bukan sebuah kebetulan. Seorang analis Timur Tengah menilai pengungkapan informasi tersebut dilakukan pada waktu yang menguntungkan bagi Israel di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Laporan mengenai dugaan plot pembunuhan itu sebelumnya diungkap sejumlah media Amerika Serikat, termasuk CNN dan The Wall Street Journal, yang menyebut Israel telah membagikan informasi intelijen kepada Washington tentang rencana baru yang diduga disiapkan Iran untuk menargetkan Trump.
Namun, analis independen Timur Tengah Alexander Atarodi menilai perhatian utama bukan hanya isi laporan tersebut, melainkan juga waktu pengungkapannya.
Menurut Atarodi, hubungan permusuhan antara Iran dan Donald Trump telah berlangsung sejak lama, terutama setelah Trump memerintahkan operasi militer yang menewaskan Komandan Pasukan Quds Iran, Qassem Soleimani, di Irak pada Januari 2020.
Sejak saat itu, pemerintah Iran berulang kali menyatakan akan melakukan pembalasan atas kematian Soleimani. Selain itu, kebijakan sanksi ekonomi yang diterapkan Trump selama masa jabatan pertamanya juga disebut telah memberikan tekanan besar terhadap perekonomian Iran.
Atarodi mengatakan Trump tidak memiliki citra positif di kalangan pemerintahan maupun sebagian masyarakat Iran karena kebijakan-kebijakan tersebut.
Meski demikian, ia menilai pengungkapan intelijen Israel saat ini memiliki dimensi politik yang lebih luas.
Menurutnya, laporan tersebut muncul menjelang rencana pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Donald Trump di Gedung Putih. Pertemuan itu diperkirakan menjadi yang pertama sejak konflik bersenjata terbaru antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran pecah.
Atarodi juga menilai situasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran kini berada dalam kondisi yang sangat rapuh.
"Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran saat ini seperti berada dalam kondisi koma. Israel memiliki kepentingan untuk mendorong dimulainya kembali konfrontasi," ujar Atarodi.
Ia menduga Israel sengaja memilih momentum tersebut untuk menyampaikan informasi intelijen kepada Washington dengan harapan dapat memengaruhi kebijakan Trump terhadap Iran.
Atarodi mengingatkan bahwa sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada akhir Februari lalu, Netanyahu telah beberapa kali bertemu Trump di Gedung Putih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








