Warga Kolombia Tewas Ditembak Agen ICE di Maine, Diduga Bukan Target Operasi Imigrasi

AKURAT.CO Seorang pria asal Kolombia berusia 26 tahun tewas setelah ditembak agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) dalam sebuah operasi penegakan imigrasi di Biddeford, negara bagian Maine, Amerika Serikat, Senin (14/7/2026). Insiden ini memicu kontroversi setelah muncul informasi bahwa korban diduga bukan target utama operasi penangkapan tersebut.
Peristiwa ini menjadi penembakan fatal kedua yang melibatkan agen federal Amerika Serikat dalam waktu kurang dari sepekan, memperbesar sorotan terhadap kebijakan deportasi pemerintahan Presiden Donald Trump dan metode penegakan hukum yang digunakan oleh ICE.
Korban Diduga Salah Sasaran
Awalnya, Senator Maine Angus King mengatakan dirinya mendapat informasi dari Menteri Keamanan Dalam Negeri bahwa korban merupakan orang yang menjadi sasaran surat perintah penangkapan terkait pelanggaran imigrasi.
Namun beberapa jam kemudian, kantor Senator King mengoreksi pernyataan tersebut setelah memperoleh penjelasan lanjutan.
"Orang yang tewas bukanlah individu yang sedang mereka cari," ujar King kepada CNN.
King mendesak dilakukan penyelidikan yang terbuka, transparan, dan menyeluruh. Ia juga menyoroti bahwa para agen yang terlibat dalam operasi tersebut diduga tidak mengenakan kamera tubuh (body camera), sehingga menyulitkan proses pengungkapan fakta.
Kronologi Penembakan
Menurut keterangan resmi ICE, para petugas melakukan pengawasan terhadap alamat terakhir seseorang yang telah memiliki perintah deportasi.
Sekitar pukul 07.00 pagi waktu setempat, petugas berusaha menghentikan sebuah kendaraan yang diduga berkaitan dengan target operasi.
ICE mengklaim kendaraan tersebut berusaha melarikan diri sehingga seorang agen melepaskan tembakan karena menganggap situasi membahayakan keselamatan publik.
Sopir kendaraan terkena tembakan dan segera mendapat penanganan medis, namun akhirnya meninggal akibat luka yang dideritanya.
Sesuai prosedur, agen yang melepaskan tembakan kini dinonaktifkan sementara dari tugas lapangan. Sementara itu, Federal Bureau of Investigation (FBI) juga telah membuka penyelidikan independen atas insiden tersebut.
Saksi Mata: "Saya Sudah Berusaha Berhenti"
Seorang saksi mata bernama Daniel Boucher (71) mengaku mendengar beberapa suara tembakan sebelum melihat agen ICE menarik seorang pria keluar dari mobil berwarna putih.
Menurut Boucher, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan wajah.
Ia mengaku sempat mendengar korban berkata, "Saya sudah mencoba berhenti," sebelum akhirnya terjatuh dan kehilangan nyawa.
Boucher juga mengklaim salah satu agen ICE hampir menabraknya ketika dirinya mencoba mendekati lokasi kejadian.
Kelompok HAM: Korban Memiliki Izin Kerja
Koalisi Hak Imigran Maine bersama organisasi Presente Maine mengidentifikasi korban sebagai warga negara Kolombia berusia 26 tahun. Mereka menyebut korban memiliki izin resmi untuk bekerja di Amerika Serikat.
Direktur Eksekutif Presente Maine, Crystal Cron, menegaskan bahwa kematian korban tidak boleh sekadar menjadi angka dalam statistik penegakan imigrasi.
"Kami tidak akan membiarkan kematian ini hanya menjadi catatan kecil dalam statistik operasi pemerintahan ini," katanya.
Gubernur Maine: Sangat Mengganggu
Gubernur Maine Janet Mills mengaku terkejut setelah menerima laporan bahwa korban kemungkinan bukan sasaran operasi ICE.
Menurutnya, apabila informasi tersebut terbukti benar, maka insiden ini menunjukkan pelaksanaan operasi penegakan imigrasi yang dilakukan secara ceroboh.
"Perkembangan ini membuat tragedi tersebut semakin mengkhawatirkan dan memicu kemarahan. Hal ini memperlihatkan betapa sembrono pelaksanaan operasi penegakan imigrasi di Maine maupun di seluruh Amerika Serikat," tulis Mills melalui media sosial X.
Warga Gelar Aksi Protes
Usai penembakan, polisi memasang garis pembatas di lokasi kejadian sementara tim forensik melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah warga datang membawa bunga dan lilin sebagai bentuk penghormatan kepada korban.
Tak lama kemudian, puluhan demonstran menggelar aksi dengan membawa poster bertuliskan "ICE Out!" dan berkumpul di depan kantor Senator Susan Collins untuk menuntut pertanggungjawaban pemerintah.
Wali Kota Biddeford Liam LaFountain menyatakan keluarga korban dan masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang jelas mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Insiden di Maine ini terjadi hanya beberapa hari setelah seorang warga negara Meksiko juga tewas ditembak agen ICE saat operasi penghentian kendaraan di Texas, sehingga kembali memicu kritik terhadap penggunaan kekuatan mematikan dalam operasi penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat.
Sumber: TRTWorld
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







