AS Resmi Tetapkan Dua Kartel Narkoba Meksiko sebagai Organisasi Teroris, Trump Perluas Tekanan di Perbatasan

AKURAT.CO Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperluas daftar organisasi teroris asing (Foreign Terrorist Organization/FTO) dengan menetapkan dua kartel narkoba baru asal Meksiko, yakni Kartel Juarez dan Los Viagras, sebagai kelompok teroris.
Keputusan tersebut diumumkan melalui Federal Register, lembar resmi pemerintah AS, pada Kamis (17/7/2026) waktu setempat. Dengan penambahan ini, total terdapat delapan organisasi kriminal asal Meksiko yang kini masuk dalam daftar organisasi teroris versi Washington.
Sebelumnya, AS telah lebih dulu menetapkan sejumlah kartel besar seperti Kartel Sinaloa dan Kartel Jalisco New Generation (CJNG) sebagai organisasi teroris. Pemerintahan Trump juga telah memberikan status serupa kepada sejumlah geng kriminal di Venezuela, Brasil, Ekuador, dan El Salvador.
Trump Perluas Kewenangan Memburu Kartel
Pemerintahan Donald Trump mulai menerapkan kebijakan pelabelan kartel sebagai organisasi teroris sejak Februari 2025. Langkah tersebut memberikan kewenangan hukum yang lebih luas bagi aparat AS untuk mengambil tindakan terhadap anggota kartel maupun pihak yang diduga membantu aktivitas mereka.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Kartel Juarez dan Los Viagras dinilai telah melakukan atau berpotensi melakukan aksi yang mengancam keselamatan warga Amerika Serikat, keamanan nasional, kebijakan luar negeri, maupun kepentingan ekonomi negara tersebut.
Menurut Rubio, kedua kelompok kriminal itu memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris asing berdasarkan penilaian pemerintah AS.
Tekanan terhadap Pemerintah Meksiko Meningkat
Penetapan terbaru ini dipandang sebagai peningkatan tekanan Washington terhadap pemerintahan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum.
Keputusan tersebut muncul setelah jaksa AS mendakwa 10 pejabat aktif dan mantan pejabat Negara Bagian Sinaloa atas dugaan keterlibatan dengan Kartel Sinaloa. Hubungan keamanan antara Washington dan Mexico City juga belakangan menjadi sorotan menyusul sejumlah operasi Amerika di wilayah Meksiko.
Kartel Juarez Kuasai Jalur Perbatasan Texas
Kartel Juarez merupakan salah satu organisasi perdagangan narkoba tertua di Meksiko yang selama puluhan tahun mengendalikan jalur penyelundupan melalui Ciudad Juarez, kota yang berbatasan langsung dengan El Paso, Texas.
Salah satu faksi kartel ini disebut bertanggung jawab atas pembunuhan sembilan warga negara Amerika Serikat pada 2019, termasuk enam anak-anak.
Kartel tersebut didirikan oleh Amado Carrillo Fuentes, yang dijuluki El Senor de los Cielos karena menggunakan armada pesawat ringan untuk menyelundupkan narkoba dalam jumlah besar pada era 1990-an.
Meski banyak pemimpinnya telah ditangkap, jaringan penyelundupan narkoba Kartel Juarez masih bertahan dan tetap menguasai jalur distribusi menuju Amerika Serikat.
Analis keamanan Meksiko, David Saucedo, menilai status organisasi teroris akan mempermudah AS mengambil langkah keamanan yang lebih agresif di sepanjang perbatasan Texas.
Los Viagras Jadi Target Baru di Michoacan
Selain Kartel Juarez, pemerintah AS juga memasukkan Los Viagras ke dalam daftar organisasi teroris.
Kelompok kriminal yang berbasis di Negara Bagian Michoacan itu berkembang setelah gelombang pemberontakan kelompok petani bersenjata pada 2013-2014 yang berhasil mengusir kartel lama, tetapi kemudian memunculkan kelompok-kelompok kriminal baru.
Los Viagras dipimpin oleh Nicolas Sierra Santana, yang telah didakwa di AS atas tuduhan konspirasi perdagangan narkoba sejak Juni 2025. Departemen Luar Negeri AS bahkan menawarkan hadiah US$5 juta bagi siapa saja yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Selain memproduksi narkotika sintetis, Los Viagras juga diduga memperoleh keuntungan dari pemerasan terhadap sektor ekspor utama Meksiko, termasuk industri alpukat yang memasok pasar Amerika Serikat.
Dampak Penetapan Status Teroris
Status organisasi teroris memungkinkan pemerintah AS membekukan aset, memperluas sanksi, meningkatkan penegakan hukum lintas negara, serta menindak individu maupun perusahaan yang diduga memberikan dukungan finansial atau logistik kepada kelompok-kelompok tersebut.
Langkah ini menandai semakin kerasnya strategi pemerintahan Trump dalam memerangi kartel narkoba di kawasan Amerika Latin sekaligus memperketat pengawasan keamanan di sepanjang perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko.
Sumber: PBS
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








