Bus Rombongan Siswa Kecelakaan di Uganda, 20 Anak dan Pendiri Sekolah Tewas

AKURAT.CO Kecelakaan tragis menimpa sebuah bus yang mengangkut rombongan siswa sekolah dasar di Uganda. Sedikitnya 20 anak dan satu orang dewasa dilaporkan tewas setelah bus keluar jalur dan terguling saat perjalanan pulang dari wisata sekolah pada Kamis (17/7/2026) malam waktu setempat.
Bus tersebut mengangkut siswa King David Junior School di Kampala yang baru saja menyelesaikan kunjungan edukasi ke Air Terjun Sipi (Sipi Falls) di Distrik Kapchorwa.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan terjadi ketika pengemudi diduga kehilangan kendali atas kendaraan.
"Pengemudi dilaporkan kehilangan kendali sehingga bus keluar dari jalan, menghantam batu besar di pinggir jalan, lalu terguling," demikian pernyataan Kepolisian Uganda melalui akun resmi X pada Jumat (18/7/2026).
Pendiri Sekolah Ikut Menjadi Korban
Polisi menyatakan kecelakaan tersebut menewaskan 20 siswa dan satu pria dewasa, sementara tiga pria dewasa serta sejumlah anak lainnya mengalami luka-luka.
Korban dewasa yang meninggal diketahui merupakan pendiri King David Junior School yang turut mendampingi rombongan dalam perjalanan tersebut.
Foto yang dirilis kepolisian memperlihatkan kondisi bus yang rusak parah dan terbalik di sisi jalan.
Hingga kini aparat masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, sementara para korban luka menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pemerintah Tinjau Korban Luka
Menteri Pemerintahan Daerah Uganda Balaam Barugahara Ateenyi bersama Menteri Negara Bidang Ketenagakerjaan Simon Mulongo mengunjungi para siswa yang dirawat di rumah sakit.
Pemerintah Uganda menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan seluruh korban luka mendapatkan penanganan medis.
Kecelakaan Bus Masih Jadi Masalah Serius di Uganda
Insiden ini kembali menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Uganda, khususnya yang melibatkan bus penumpang.
Pada Mei lalu, bus yang membawa siswa Gulu Secondary School mengalami kecelakaan di Kigumba hingga menewaskan seorang kondektur dan melukai 17 pelajar.
Di bulan yang sama, kecelakaan lain di Distrik Gomba merenggut enam nyawa rombongan yang sedang menuju pesta pernikahan.
Sementara pada Oktober tahun lalu, tabrakan dua bus di salah satu jalan raya utama Uganda menyebabkan sedikitnya 46 orang meninggal dunia.
Lebih dari 5.300 Orang Tewas di Jalan Raya
Berdasarkan laporan tahunan Kepolisian Uganda yang dirilis pada Maret, sepanjang 2025 terjadi 26.044 kecelakaan lalu lintas, meningkat dibandingkan 25.107 kasus pada 2024.
Dari total tersebut, 4.602 kecelakaan berakibat fatal dan menyebabkan lebih dari 5.300 korban jiwa.
Kepolisian menyebut lebih dari 40 persen kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengemudi, seperti mengemudi dengan kecepatan tinggi, menyalip secara berbahaya, serta tidak menjaga jarak aman.
Meningkatnya angka kecelakaan mendorong pemerintah Uganda mempercepat penerapan Electronic Penalty System (EPS), sistem pengawasan lalu lintas berbasis kamera dan teknologi pengenal pelat nomor otomatis yang mampu mendeteksi pelanggaran secara langsung.
Pemerintah berharap sistem tersebut dapat membantu ribuan petugas lalu lintas dalam menekan angka kecelakaan dan mengurangi korban jiwa di jalan raya.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






