Komandan Militer Iran Peringatkan Negara-Negara Islam soal Kerja Sama dengan AS

AKURAT.CO Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, memperingatkan negara-negara di kawasan Timur Tengah agar meninjau kembali kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat. Menurutnya, kebijakan Washington berpotensi memicu konflik regional yang lebih luas.
Dalam pernyataan yang dikutip media Iran pada Sabtu (1/8/2026), Abdollahi menilai Amerika Serikat tengah menjalankan strategi untuk memperluas pengaruh geopolitiknya di Timur Tengah dengan memanfaatkan negara-negara kawasan sebagai bagian dari sistem pertahanannya sekaligus memperkuat kemampuan militer Israel.
Ia menyebut langkah tersebut berisiko meningkatkan eskalasi konflik di kawasan.
Menurut Abdollahi, pengalaman konflik antara Iran dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa Washington akan terus mengambil berbagai langkah demi mencapai kepentingan strategisnya, termasuk yang berdampak terhadap negara-negara di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: 16 Tentara Israel Bunuh Diri Sepanjang 2026, Krisis Kesehatan Mental Militer Kian Mengkhawatirkan
Ia juga menilai negara-negara Islam perlu mewaspadai penggunaan infrastruktur strategis dan sumber daya mereka sebagai bagian dari kepentingan militer Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, Abdollahi mengklaim keseimbangan kekuatan di Timur Tengah telah mengalami perubahan. Menurutnya, kegagalan Amerika Serikat mencapai sejumlah sasaran strategis terhadap Iran mendorong Washington dan Israel mengambil langkah-langkah baru yang dinilai dapat memperluas dampak konflik ke negara lain.
"Iran bersama angkatan bersenjata dan kelompok-kelompok sekutunya telah menunjukkan bahwa keseimbangan kekuatan di kawasan tidak lagi sama seperti sebelumnya," ujarnya.
Abdollahi juga menyerukan agar negara-negara Islam mengevaluasi kembali hubungan strategis mereka dengan Amerika Serikat. Ia memperingatkan bahwa negara yang menjadi bagian dari sistem pertahanan Washington berpotensi ikut terdampak apabila konflik regional semakin meluas.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa waktu terakhir. Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun negara-negara yang disebut dalam pernyataan tersebut terkait klaim yang disampaikan pejabat militer Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









