Pokemon Go Resmi Beralih ke Perusahaan Arab Saudi dengan Kesepakatan Rp57 Triliun

s
AKURAT.CO Pengembang Pokemon Go, Niantic, menjual divisi game selulernya ke Scopely, perusahaan game milik Arab Saudi. Kesepakatan senilai $3,5 miliar (Rp57 triliun) ini mencakup beberapa game populer seperti Pokemon Go, Monster Hunter Now dan Pikmin Bloom.
CEO Niantic, John Hanke, mengatakan bahwa akuisisi ini bertujuan untuk memastikan dukungan jangka panjang bagi game mereka. Ia juga meyakini bahwa langkah ini akan membantu game-game tersebut berkembang lebih baik di masa depan.
"Permainan Niantic selalu menjadi jembatan untuk menghubungkan orang-orang dan menginspirasi eksplorasi, dan saya yakin mereka akan terus melakukan keduanya sebagai bagian dari Scopely," ujar Hanke, dikutip dari TheVerge, Minggu (16/3/2025).
Jika transaksi ini disetujui, Scopely juga akan mengambil alih aplikasi pendamping sosial Pokemon Go, yakni Campfire dan Wayfarer. Namun, game Peridot dan Ingress AR akan tetap berada di bawah kendali Niantic Spatial.
Niantic sebelumnya kesulitan mengulang kesuksesan Pokemon Go, yang sempat mencapai 500 juta pemain pada tahun pertamanya. Pandemi COVID-19 juga berdampak pada popularitasnya, memaksa perusahaan untuk membatalkan beberapa proyek dan memangkas lebih dari 300 karyawan sejak 2022.
Kesepakatan ini menambah daftar investasi Arab Saudi di industri game, setelah sebelumnya mengakuisisi saham di Nintendo, Activision Blizzard dan EA melalui Dana Investasi Publik (PIF). PIF juga mendirikan Savvy Games Group, yang membeli Scopely seharga $4,9 miliar (sekitar Rp80 triliun) pada 2023.
Scopely menyebut akuisisi ini sebagai langkah besar dalam industri game, dengan Pokemon Go diperkirakan telah menghasilkan pendapatan $7,9 miliar (sekitar Rp129 triliun) sejak dirilis pada 2016.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









