Fenomena Godoksa, 3 Jenis Kesepian Yang Dapat Mengakibatkan Kematian

AKURAT.CO Meninggal dalam keadaan kesepian dikenal sebagai fenomena godoksa, yang mana ini banyak dialami warga Korea Selatan.
Fenomena godoksa adalah meninggal dunia tanpa kerabat yakni hanya sendirian. Dikutip dari beberapa sumber, fenomena godoksa pertama kali muncul di Jepang yang dikenal dengan fenomena kodokushi.
Dikutip dari health.gird pada Kamis (21/9/2023), godoksa atau dikenal dengan nama lonely death adalah mati kesepian. Kesepian adalah perasaan yang dirasakan oleh seseorang ketika kebutuhan untuk memiliki kontak dan hubungan sosial yang bermanfaat tidak terpenuhi.
Kesepian juga merupakan keadaan yang susah atau ketidaknyamanan yang terjadi ketika seseorang merasa kesenjangan antara keinginan untuk hubungan sosial dan pengalaman aktualnya.
Dari beragam penelitian juga mengatakan bahwa kesepian memiliki ancaman serius jika bagi kesehatan mental dan fisik. Jika fenomena kesepian atau disebut godoksa ini berlangsung dalam jangka panjang, maka akhirnya akan menyebabkan kematian dalam keadaan kesepian. Hal ini bukan hanya akan dialami oleh warga Korsel saja, akan tetapi bisa saja dialami oleh warga negara lainnya.
Baca Juga: 6 Kebiasaan Yang Lebih Berbahaya Daripada Rokok, Kesepian Setara 15 Batang Rokok
Dikutip dari berbagai sumber psikologi, kesepian yang berlangsung dalam jangka panjang dan berat bisa dikategorikan sebagai depresi. Biasanya depresi terjadi karena penurunan kontak sosial dan interaksinya dengan orang terdekat seperti keluarga, teman, pasangan itu terputus atau melemah.
Jenis Kesepian yang Dapat Mengakibatkan Kematian
Dikutip dari Psikologi Today, ada tiga jenis kesepian yang bisa menjadi penyebab dari fenomena godoksa.
1. Kesepian Eksistensi
Kesepian jenis ini baik bagi jiwa, dan merupakan bagian dari pengalaman manusia yang tidak bisa terelakkan. Namun, kesepian jenis ini cenderung memikirkan hal-hal yang negatif dan dapat membantu eksplorasi diri, tetapi tentunya hal ini sangat tidak disukai dan ingin dihindari.
2. Kesepian Emosional
Muncul dari rasa kekurangan hubungan atau tidak, seseorang merasakan sensasi emosional kepada semua orang kecuali memiliki pasangan romantis. Kesepian emosional juga muncul pada saat ingin menceritakan masalah hidup kepada teman atau orang tertentu, akan tetapi orang-orang tersebut tidak adanya yang bisa dihubungi.
3. Kesepian Sosial
Kesepian jenis ini diakibatkan oleh diri yang merasa tidak memiliki kelompok atau teman di luar diri sendiri. Bahkan hal ini membuat seseorang merasakan adanya kesetaraan dalam hubungan sosial. Kesepian sosial bisa dirasakan ketika merasa tidak nyaman di dekat orang baru serta merasakan bahwa orang lain tidak menghargai kehadiran dirinya.
Baca Juga: Teman Di Kala Kesepian, Ini 7 Hewan Yang Mudah Dipelihara
Jenis kesepian yang sudah dijelaskan di atas sekilas tidak terlihat berbahaya bagi kesehatan mental. Tetapi jika kesepian itu sudah berlangsung dalam jangak panjang dan berat maka segeralah konsultasi ke dokter yang ahli dalam persoalan mental, seperti ke psikolog.
Kesepian juga bisa dihindari dengan menceritakan apa yang menjadi persoalan hidup kepada keluarga atau teman dekat. Karena kesepian yang berat tidak ditangani, besar kemungkinannya akan menyebabkan kematian, seperti halnya fenomena godoksa. (Raodatuljanah)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






