Akurat
Pemprov Sumsel

Fenomena Godoksa, 3 Jenis Kesepian Yang Dapat Mengakibatkan Kematian

Eko Krisyanto | 21 September 2023, 15:41 WIB
Fenomena Godoksa, 3 Jenis Kesepian Yang Dapat Mengakibatkan Kematian

AKURAT.CO Meninggal dalam keadaan kesepian dikenal sebagai fenomena godoksa, yang mana ini banyak dialami warga Korea Selatan.

Fenomena godoksa adalah meninggal dunia tanpa kerabat yakni hanya sendirian. Dikutip dari beberapa sumber, fenomena godoksa pertama kali muncul di Jepang yang dikenal dengan fenomena kodokushi.

Dikutip dari health.gird pada Kamis (21/9/2023), godoksa atau dikenal dengan nama lonely death adalah mati kesepian. Kesepian adalah perasaan yang dirasakan oleh seseorang ketika kebutuhan untuk memiliki kontak dan hubungan sosial yang bermanfaat tidak terpenuhi.

Kesepian juga merupakan keadaan yang susah atau ketidaknyamanan yang terjadi ketika seseorang merasa kesenjangan antara keinginan untuk hubungan sosial dan pengalaman aktualnya.

Dari beragam penelitian juga mengatakan bahwa kesepian memiliki ancaman serius jika bagi kesehatan mental dan fisik. Jika fenomena kesepian atau disebut godoksa ini berlangsung dalam jangka panjang, maka akhirnya akan menyebabkan kematian dalam keadaan kesepian. Hal ini bukan hanya akan dialami oleh warga Korsel saja, akan tetapi bisa saja dialami oleh warga negara lainnya.

Baca Juga: 6 Kebiasaan Yang Lebih Berbahaya Daripada Rokok, Kesepian Setara 15 Batang Rokok

Dikutip dari berbagai sumber psikologi, kesepian yang berlangsung dalam jangka panjang dan berat bisa dikategorikan sebagai depresi. Biasanya depresi terjadi karena penurunan kontak sosial dan interaksinya dengan orang terdekat seperti keluarga, teman, pasangan itu terputus atau melemah.

Jenis Kesepian yang Dapat Mengakibatkan Kematian

Dikutip dari Psikologi Today, ada tiga jenis kesepian yang bisa menjadi penyebab dari fenomena godoksa.

1. Kesepian Eksistensi

Kesepian jenis ini baik bagi jiwa, dan merupakan bagian dari pengalaman manusia yang tidak bisa terelakkan. Namun, kesepian jenis ini cenderung memikirkan hal-hal yang negatif dan dapat membantu eksplorasi diri, tetapi tentunya hal ini sangat tidak disukai dan ingin dihindari.

2. Kesepian Emosional

Muncul dari rasa kekurangan hubungan atau tidak, seseorang merasakan sensasi emosional kepada semua orang kecuali memiliki pasangan romantis. Kesepian emosional juga muncul pada saat ingin menceritakan masalah hidup kepada teman atau orang tertentu, akan tetapi orang-orang tersebut tidak adanya yang bisa dihubungi.

3. Kesepian Sosial

Kesepian jenis ini diakibatkan oleh diri yang merasa tidak memiliki kelompok atau teman di luar diri sendiri. Bahkan hal ini membuat seseorang merasakan adanya kesetaraan dalam hubungan sosial. Kesepian sosial bisa dirasakan ketika merasa tidak nyaman di dekat orang baru serta merasakan bahwa orang lain tidak menghargai kehadiran dirinya.

Baca Juga: Teman Di Kala Kesepian, Ini 7 Hewan Yang Mudah Dipelihara

Jenis kesepian yang sudah dijelaskan di atas sekilas tidak terlihat berbahaya bagi kesehatan mental. Tetapi jika kesepian itu sudah berlangsung dalam jangak panjang dan berat maka segeralah konsultasi ke dokter yang ahli dalam persoalan mental, seperti ke psikolog.

Kesepian juga bisa dihindari dengan menceritakan apa yang menjadi persoalan hidup kepada keluarga atau teman dekat. Karena kesepian yang berat tidak ditangani, besar kemungkinannya akan menyebabkan kematian, seperti halnya fenomena godoksa. (Raodatuljanah)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK