Ketahui Alasan Mengapa Korban Bullying Ingin Bunuh Diri

AKURAT.CO Klaim penelitian baru menemukan bahwa penindasan dan pikiran untuk bunuh diri sama-sama terkait dengan lebih seringnya sakit kepala pada remaja.
“Temuan kami menunjukkan bahwa penindasan dan upaya atau memertimbangkan bunuh diri mungkin terkait dengan seringnya sakit kepala pada remaja, terlepas dari gangguan suasana hati dan kecemasan.”
Penindasan menyebabkan sakit kepala, namun menunjukkan hubungan antara keduanya.
“Sakit kepala adalah masalah umum yang dialami remaja, namun penelitian kami tidak hanya melihat faktor biologis, namun juga memertimbangkan faktor psikologis dan sosial yang berhubungan dengan sakit kepala,” kata penulis studi Dr. Serena Orr, dari University of Calgary, Kanada.
Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 2,2 juta remaja yang rata-rata berusia 14 tahun. Sekitar 0,5% dari seluruh peserta melaporkan diri mereka beragam gender, termasuk transgender atau non-biner.
Para remaja tersebut juga menjawab pertanyaan mengenai kesehatan mental, termasuk apakah mereka telah mendiagnosis gangguan mood atau kecemasan atau keduanya, tentang intimidasi dalam satu tahun terakhir dan tentang pikiran dan upaya bunuh diri.
Baca Juga: Doa Menghindari Bullying, Dapat Melindungi Diri Dari Kezaliman Orang Lain
Sekitar 11% peserta melaporkan sering mengalami sakit kepala berulang, yang didefinisikan sebagai sakit kepala yang terjadi lebih dari sekali dalam seminggu.
Sekitar 25% peserta melaporkan sering menjadi korban intimidasi terang-terangan, termasuk agresi fisik dan verbal, dihina atau dihina, dan diancam secara virtual. Sekitar 17% mengatakan mereka sering menjadi korban perundungan relasional, termasuk penyebaran rumor tentang mereka, pengucilan, dan informasi berbahaya yang diposting tentang mereka di internet.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







