Akurat
Pemprov Sumsel

Banyak WNI Berobat di Rumah Sakit Malaysia, KPJ Healthcare Perdana Gelar Pameran Kesehatan di Indonesia

Sultan Tanjung | 15 Mei 2024, 20:15 WIB
Banyak WNI Berobat di Rumah Sakit Malaysia, KPJ Healthcare Perdana Gelar Pameran Kesehatan di Indonesia

AKURAT.CO Jaringan Rumah Sakit Swasta asal Malaysia, KPJ Healthcare Berhad (“KPJ Healthcare” atau “Grup”) mengumumkan akan mengadakan pameran kesehatan untuk pertama kalinya di Indonesia.

Pameran bertajuk 'KPJ Healthcare Expo 2024' (“KPJHX 2024”), tersebut akan membawa 9 Rumah Sakit milik Jaringan KPC Healthcare yang bisa masyarakat ikuti di Central Park Mall Jakarta mulai dari tanggal 16 hingga 19 Mei 2024.

Sembilan rumah sakit spesialis terkemuka KPJ tersebut antara lain adalah rumah sakit KPJ dari Kuala Lumpur, Penang, Johor, Sabah, dan Sarawak, bersama dengan Universitas Kesehatan KPJ.

Chin Keat Chyuan, Presiden dan Direktur Utama dari KPJ Healthcare mengungkapkan optimisme dan antusiasme yang positif terkait acara ini.

“Kami sangat senang berada di kota Jakarta yang indah ini dan bertemu dengan banyak pasien, mitra, dan pemangku kepentingan di Indonesia. Sebagai rumah sakit swasta yang memiliki jaringan terbesar di Malaysia dengan 29 lokasi yang beragam di seluruh negeri, kami sangat senang memperluas perawatan dan layanan kami ke pasar Indonesia. KPJHX 2024 mencerminkan tujuan kami untuk menawarkan kepada keluarga Indonesia dalam memilih perawatan kesehatan yang terjangkau, berkualitas tinggi, dan menyesuaikan kebutuhan pasien,” kata Chin kepada awak media di Jakarta pada Rabu,(15/5).

Chin juga menambahkan pihaknya telah banyak melakukan terobosan dan inovasi guna memudahkan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien asal Indonesia.

“Pameran ini juga sebagai tanda awal babak baru dalam perjalanan kami untuk meningkatkan layanan kesehatan regional dan kami sangat bersemangat untuk membuka jalan secara bersama-sama. Agar lebih meningkatkan perjalanan ini, kami turut bahagia untuk mengumumkan bahwa telah memiliki kemitraan strategis dengan Marriott International, yang sudah disahkan kemarin. Saya juga ingin berterima kasih kepada banyak mitra lain kami yang memiliki peran penting dalam kesuksesan KPJHX 2024. Kerjasama kami yang banyak tentu saja memperkaya pengalaman keramahan bagi pasien kami, dengan menyelaraskan layanan medis kelas atas dengan kenyamanan dan perawatan yang tak tertandingi.” tambahnya.

Sebagai informasi dalam pameran tersebut akan Upacara pembukaan dan peluncuran acara ditandai dengan kehadiran tamu terhormat termasuk TYT Dato’ Syed Md Hasrin Tengku Hussin, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia dan mitra serta pemangku kepentingan terkemuka lainnya di Indonesia.

Selain itu turut hadir juga Jajaran Direksi KPJ Healthcare, termasuk Chin Keat Chyuan, Presiden dan Direktur Utama, dan Sherene Azli, Chief Marketing Officer.

Indonesia adalah pasar yang sangat berharga bagi KPJ Healthcare, seperti yang terlihat dengan jelas dari langkah terbaru KPJ untuk memulihkan kehadirannya melalui kantor perwakilan di kota-kota potensial seperti Batam, Bengkalis, Banda Aceh, Pontianak, dan yang akan segera dibuka yaitu di Pekan Baru.

Kantor-kantor ini, bersama dengan jaringan agen yang berdedikasi di seluruh Indonesia, memastikan KPJ Healthcare dapat diakses dan responsif terhadap kebutuhan pasien Indonesia yang mencari perawatan di rumah sakit KPJ.

Malaysia Jadi Negara Favorit WNI untuk Berobat

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki tantangan tersendiri dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang ideal bagi masyarakatnya.

Dilansir dari situs resmi Kemenkes RI , Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, drg. Arianti Anaya, MKM mengatakan pada tahun 2022 saja, Indonesia masih mengalami kekurangan dokter spesialis dan umum.

“Per 1 April 2022 jumlah dokter umum dan dokter spesialis di rumah sakit seluruh Indonesia sebanyak 122.023 orang dan kekurangan sebesar 8.182 orang dokter. Kekurangan ini hanya didasarkan pada standar minimal ketersediaan dokter pada rumah sakit dan belum memperhitungkan beban kerja pelayanan” ujar Arianti dalam  Workshop Pembahasan Kerjasama Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Pendidikan, dan Dinas Kesehatan dalam rangka Academic Health System” di Bali, Selasa (12/4/22).

Selain masih belum idealnya jumlah dokter, lokasi geografis pun menjadi tantangan yang tak kalah menarik untuk kita simak.

Kondisi ini menyebabkan banyak masyarakat Indonesia seperti di Provinsi Sumatera Utara lebih memilih berobat ke negeri Jiran seperti Malaysia dengan alasan lebih dekat secara geografis dan tiket pesawat lebih murah jika dibandingkan mereka harus berobat ke Jakarta.

Dilansir dari situs resmi Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) sebuah badan yang menaungi wisata medis Malaysia menurut Chief Commercial Officer, Malaysia Healthcare Travel Council (MTHC), Nik Yazmin Nik Azman pada periode itu mengungkapkan fakta bahwa pasien dari Sumatera Utara (Sumut) khusus pasien dari Kota Medan sampai Juli 2019 ini sekitar 40-50 persen dari 400.000 orang yang melakukan wisata medis di Malaysia yang telah memberikan nilai biasa sekitar 400 Juta Ringgit Malaysia atau sekitar Rp1,3 Triliun jika dikonversikan dengan nilai tukar mata uang saat ini,(15/5/24).

Namun tak hanya Sumatera Utara saja, banyak pula masyarakat Indonesia dari daerah lain yang memilih berobat di negeri Jiran.

“Setiap bulan kita terima pasien asal Indonesia sebanyak 7.000 pasien. Kalau untuk pasien asal Sumut ada 500 pasien yang melakukan pengobatan di kami,” pungkas Executive Marketing Malaysia Healthcare Travel Council (MTHC) Norhayati Ahmad di Medan, Jumat (19/7/19).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.