Akurat
Pemprov Sumsel

Masih Banyak Orang Tua yang Berikan Susu Tinggi Gula untuk Anak, Apa Sebabnya?

Leo Farhan | 28 Mei 2024, 15:14 WIB
Masih Banyak Orang Tua yang Berikan Susu Tinggi Gula untuk Anak, Apa Sebabnya?

 

AKURAT.CO - Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa susu kental manis bukanlah produk susu bernutrisi untuk penambah gizi. Ini dikarenakan kandungan gula yang sangat tinggi, sehingga tidak baik untuk dikonsumsi langsung apalagi oleh anak-anak.

Terkait hal ini, Tia Rahmania selaku dosen psikologi dari Universitas Paramadina menyayangkan masih banyak orang tua yang memberikan kental manis sebagai minuman susu kepada anak. Hal itu disebabkan karena anak terlanjur suka dan tidak mau diganti susu lainnya.

"Atau karena anggapan orang tua bahwa kental manis dijadikan sebagai pengganti Air Susu Ibu (ASI) dan atau susu yang diformulasikan serta karena harganya murah," sebutnya.

Tia menyoroti kesadaran masyarakat yang masih minim dalam memeriksa komposisi kemasan kental manis sehingga tidak menyadari tingginya kandungan gula di dalamnya.

Anggota DPR RI terpilih periode 2024 - 2029 Dapil Banten ini juga menekankan bahwa masyarakat marjinal atau yang kesulitan akses informasi adalah kelompok yang rentan terhadap kesalahan konsumsi kental manis.

"Mungkin mereka terinformasi, tetapi tidak paham, lalu tetap memberikan kental manis untuk anak. Atau memang karena alasan ekonomi, memberikan kental manis karena lebih ekonomis, padahal ada jenis pangan lain yang memiliki kandungan nutrisi lebih baik dan juga ekonomis dan mudah didapatkan masyarakat," tambahnya.

Penempatan produk kental manis yang masih banyak tidak sesuai, seperti ditempatkan di kelompok susu di supermarket dan minimarket, juga menjadi perhatian Tia. "Penempatan yang salah ini dapat menyesatkan konsumen dan memperkuat persepsi yang salah terhadap produk kental manis," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.