Sederet Bahan Pakaian yang Berbahaya Bagi Kulit, Bisa Sebabkan Masalah Kesehatan

AKURAT.CO Ketika membeli pakaian, hal pertama yang biasanya kita pikirkan adalah gaya, kenyamanan dan harga.
Namun, pernahkah mempertimbangkan bahan dari pakaian tersebut dan dampaknya pada kesehatan tubuh?
Beberapa bahan pakaian ternyata bisa berbahaya, menyebabkan iritasi kulit, alergi, bahkan masalah kesehatan yang lebih serius.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Suku Baduy, Mulai dari Larangan, Pakaian Hingga Kepercayaan
Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (24/9/2024), berikut daftar bahan pakaian yang berbahaya bagi kulit.
Bahan pakaian yang berbahaya bagi kulit
1. Polyester
Polyester adalah salah satu bahan sintetis yang paling banyak digunakan dalam industri pakaian.
Bahan ini terbuat dari polimer sintetis yang berasal dari minyak bumi, membuatnya tidak ramah lingkungan dan juga tidak baik untuk kulit.
Polyester tidak memiliki pori-pori yang memungkinkan kulit bernapas, sehingga menyebabkan panas dan kelembaban terperangkap di dalamnya.
2. Rayon
Rayon adalah serat yang berasal dari selulosa yang diolah secara kimia dari pulp kayu.
Selain berpotensi merusak lingkungan karena proses produksinya yang menghasilkan polusi, penggunaan kain rayon juga tidak baik untuk kesehatan.
Bahan ini dapat melepaskan zat-zat beracun yang bisa menyebabkan gejala seperti mual, sakit kepala, muntah, nyeri dada dan otot, serta gangguan tidur seperti insomnia.
3. Nilon
Nilon merupakan salah satu bahan pakaian yang tahan lama dan populer, sering digunakan untuk kaus kaki, pakaian dalam, dan stoking.
Namun, penting untuk diketahui bahwa nilon bukan pilihan terbaik untuk dikenakan langsung pada kulit.
Hal ini karena nilon tidak mampu menyerap keringat yang dapat memicu bau tidak sedap dan infeksi kulit.
Selain itu, dalam proses produksinya, nilon sering diputihkan atau diwarnai dengan bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi kulit.
4. Spandex
Spandex adalah bahan yang sangat elastis dan sering digunakan untuk pakaian ketat, seperti sport bra, legging, kaus, hingga bikini.
Namun, seperti bahan sintetis lainnya, spandex dibuat dari bahan kimia berbahaya seperti poliuretan, yang dikenal sebagai zat karsinogenik.
Paparan spandex dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan iritasi kulit termasuk dermatitis.
5. Akrilik
Akrilik sering digunakan sebagai bahan alternatif untuk wol karena sifatnya yang hangat dan ringan.
Namun, akrilik dibuat dari polimer sintetis yang dapat melepaskan bahan kimia berbahaya seperti akrilonitril, yang dikenal sebagai zat karsinogenik.
Tidak semua pakaian diciptakan sama. Beberapa bahan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, mulai dari iritasi kulit hingga paparan bahan kimia berbahaya.
Untuk menjaga kesehatan kulit dan tubuh, sebaiknya pilih bahan pakaian yang lebih alami dan ramah lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








