Studi Terbaru: Aktivitas Fisik Bisa Tambah Usia hingga 11 Tahun

AKURAT.CO Sebuah studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine mengungkapkan, meningkatkan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, dapat memberikan manfaat luar biasa, termasuk memperpanjang harapan hidup.
Menurut penelitian tersebut, 25 persen orang Amerika Serikat yang paling tidak aktif, khususnya mereka yang berusia di atas 40 tahun, dapat menambah usia mereka hingga 11 tahun jika meningkatkan aktivitas fisik mereka setara dengan kelompok paling aktif.
“Manfaat kesehatan dari aktivitas fisik jauh lebih besar dari yang kita bayangkan sebelumnya, terutama dengan pengukuran yang lebih akurat,” kata tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Griffith, Queensland, Australia, dikutip pada Minggu (17/11/2024).
Penelitian ini menggunakan model prediktif untuk menghitung dampak berbagai tingkat aktivitas fisik terhadap harapan hidup.
Baca Juga: Polisi Temukan Faktor Kombinasi dari Kecelakaan Beruntun di KM 92 Tol Cipularang
Data diambil dari 36 ribu orang berusia di atas 40 tahun yang menjadi bagian dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional, serta data kematian dari CDC.
Dalam studi ini, aktivitas fisik dikonversi ke bentuk sederhana, yakni berjalan kaki, dengan pembagian empat kelompok berdasarkan durasi berjalan kaki harian:
1. Kelompok paling tidak aktif: rata-rata 50 menit berjalan setiap hari.
2. Kelompok sedang: 80 menit per hari.
3. Kelompok lebih aktif: 110 menit per hari.
4. Kelompok paling aktif: 160 menit per hari.
Hasilnya, orang yang paling tidak aktif ternyata merasakan peningkatan harapan hidup paling signifikan.
Setiap jam tambahan berjalan kaki dapat meningkatkan harapan hidup hingga enam jam untuk kelompok ini.
Meski manfaatnya besar, peneliti menyadari sulitnya mengubah kebiasaan masyarakat.
Baca Juga: Dituding Pencucian Uang Bisnis Berlian, Reza Artamevia: Nama Baik Saya Tercoreng!
Mereka menyarankan langkah-langkah seperti menciptakan lingkungan ramah pejalan kaki, menyediakan ruang terbuka hijau, dan mendorong transportasi aktif sebagai solusi meningkatkan aktivitas fisik pada skala populasi.
“Langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan aktivitas fisik, tetapi juga harapan hidup sehat bagi masyarakat secara keseluruhan,” ungkap tim peneliti.
Studi lain yang diterbitkan awal 2024 juga mendukung temuan ini.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa gaya hidup aktif dapat memperpanjang usia, bahkan bagi individu dengan risiko kesehatan tinggi akibat faktor genetik.
Pesan utamanya jelas: aktivitas fisik, bahkan dalam bentuk sederhana seperti berjalan kaki, adalah kunci untuk hidup lebih lama dan lebih sehat. Jadi, mulai bergeraklah—usia panjang menanti!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








