Akurat
Pemprov Sumsel

Kenali Penyebab Nyeri Ulu Hati pada Ibu Hamil, PAFI Beri Solusi Pengobatan

Annisa Fadhilah | 30 April 2025, 14:02 WIB
Kenali Penyebab Nyeri Ulu Hati pada Ibu Hamil, PAFI Beri Solusi Pengobatan

AKURAT.CO Berbicara tentang gangguan kesehatan pada ibu hamil, salah satunya yang sering dialami selama kehamilan, terutama trimester pertama adalah nyeri pada ulu hati.

Nyeri ulu hati pada ibu hamil atau istilahnya heartburn merupakan rasa tidak nyaman, atau sensasi terbakar di tengah dada. Gejala yang dapat dialami oleh bumil seperti adanya rasa pahit atau asam di rongga mulut, lebih sering bersendawa daripada biasanya, perut kembung atau terasa penuh. Prevalensi nyeri ulu hati (heartburn) selama kehamilan berkisar 30-80%.

PAFI dengan alamat website pafikotajakartautara.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berperan aktif dalam advokasi, pendidikan, dan pengembangan riset demi meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab nyeri ulu hati pada ibu hamil, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

Baca Juga: Kenali Penyebab Sakit Buang Air Kecil saat Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

Apa saja faktor penyebab terjadinya nyeri ulu hati pada ibu hamil?

Secara umum, nyeri ulu hati pada ibu hamil adalah keluhan yang sangat umum terjadi dan biasanya disebabkan oleh kombinasi faktor hormonal dan mekanis selama kehamilan. Kondisi ini sering disebut sebagai heartburn, yang ditandai dengan sensasi terbakar atau nyeri di bagian atas perut, tepat di bawah tulang dada. Meskipun tidak berbahaya bagi janin, nyeri ini dapat sangat mengganggu kenyamanan ibu hamil. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya nyeri ulu hati selama kehamilan yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Perubahan hormon progesteron

Selama kehamilan, produksi hormon progesteron meningkat secara signifikan. Hormon ini memiliki efek relaksasi pada otot polos, termasuk otot sfingter esofagus bagian bawah (lower esophageal sphincter/LES), yang berfungsi sebagai katup antara lambung dan kerongkongan. Ketika otot ini mengendur, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar dan nyeri di ulu hati.

2, Tekanan mekanis dari rahim yang membesar

Faktor selanjutnya yang menyebabkan nyeri ulu hati pada ibu hamil adalah tekanan mekanis dari rahim yang membesar. Seiring bertambahnya usia kehamilan, rahim yang membesar mulai menekan organ-organ di sekitarnya, termasuk lambung. Tekanan ini dapat memaksa asam lambung naik ke kerongkongan, memperparah gejala nyeri ulu hati. Tekanan ini biasanya lebih terasa pada trimester kedua dan ketiga.

3. Perlambatan pengosongan lambung

Hormon progesteron juga memperlambat proses pengosongan lambung, sehingga makanan dan asam lambung berada lebih lama di lambung. Kondisi ini meningkatkan risiko refluks asam dan menyebabkan rasa penuh, kembung, serta nyeri ulu hati.

4. Faktor makanan dan gaya hidup

Faktor selanjutnya yang menyebabkan nyeri ulu hati selama kehamilan adalah gaya hidup dan mengonsumsi makanan tertentu. Beberapa makanan seperti makanan pedas, berlemak, asam, cokelat, kafein, dan minuman bersoda dapat memicu atau memperparah nyeri ulu hati.

Kebiasaan makan yang tidak teratur, makan terlalu cepat, atau makan dalam porsi besar juga dapat memperburuk keluhan. Selain itu, pada trimester ketiga, gerakan janin yang aktif dapat menekan lambung dan menyebabkan nyeri atau ketidaknyamanan di daerah ulu hati.

Baca Juga: Kenali Penyebab Nyeri Punggung Bawah Saat Hamil, PAFI Beri Solusi Pengobatan

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati nyeri ulu hati pada ibu hamil?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama nyeri ulu hati pada ibu hamil. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala nyeri ulu hati selama kehamilan serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

1. Neosanmag fast

Neosanmag fast adalah obat yang akan diresepkan oleh apoteker. Obat ini mengandung kombinasi famotidine, kalsium karbonat, dan magnesium hidroksida yang efektif menetralkan asam lambung dan mengurangi nyeri ulu hati. Kalsium karbonat juga membantu menambah asupan kalsium yang bermanfaat bagi ibu hamil. 

2. Mylanta

Mylanta umumnya aman untuk ibu hamil karena mengandung antasida dan simetikon yang dapat membantu mengatasi gejala maag seperti mual dan heartburn. Obat ini bekerja menetralkan asam lambung berlebih sehingga meredakan gejala seperti perih dan mual.

3. Promag

Promag adalah obat yang berisi hydrotalcite dan magnesium hidroksida yang menurunkan asam lambung serta simethicone untuk mengurangi kembung. Promag efektif jika dikunyah sebelum ditelan dan aman digunakan selama kehamilan dengan resep langsung dari apoteker.

4. Polysilane max peppermint

Polysilane max peppermint adalah obat pilihan terakhir untuk mengatasi nyeri ulu hati pada ibu hamil. Obat ini memiliki kombinasi magnesium hidroksida, aluminium hidroksida, dan dimethylpolysiloxane yang menetralkan asam lambung dan mengurangi produksi asam berlebih.

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi gejala nyeri ulu hati selama kehamilan adalah lebih banyak minum air putih serta perubahan gaya hidup selama kehamilan.

Perubahan gaya hidup dan pola makan juga sangat dianjurkan sebagai langkah utama mengatasi nyeri ulu hati, seperti makan dengan porsi kecil tapi sering, menghindari makanan pemicu asam lambung, dan menjaga posisi tubuh saat makan dan tidur. 

Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.