Akurat
Pemprov Sumsel

Alster Lake Clinic Resmi Hadir di KEK Sanur, Hadirkan Terapi Sel Internasional untuk Healthy Aging

Arief Rachman | 26 Juni 2025, 14:38 WIB
Alster Lake Clinic Resmi Hadir di KEK Sanur, Hadirkan Terapi Sel Internasional untuk Healthy Aging

AKURAT.CO Klinik terapi sel bertaraf internasional, Alster Lake Clinic (ALC), resmi melakukan soft launching di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali.

Klinik ini hadir sebagai pusat layanan kesehatan preventif dan perawatan healthy aging, dengan pendekatan kedokteran regeneratif dan teknologi mutakhir berbasis sel.

Peresmian klinik ini dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, serta pakar bedah dan pendiri ALC asal Jerman, Prof. Dr. med. Fred Fändrich, FRCS.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas semua pihak yang telah merintis pembangunan KEK ini. Ini adalah terobosan pertama di Indonesia—KEK yang didedikasikan untuk layanan kesehatan bertaraf internasional,” kata Presiden Prabowo saat meresmikan KEK Sanur, Rabu (25/6/2025).

Menurut dr. Olivia, M.Biomed. (AAM) dari ALC, penyakit degeneratif seperti diabetes, stroke, jantung, kanker, hingga pikun berakar dari peradangan kronis. WHO pun menilai peradangan sebagai salah satu tantangan terbesar kesehatan global.

“Generasi muda sering merasa sehat padahal sudah mengalami tanda-tanda inflamasi ringan seperti sakit sendi, brain fog, dan masalah pencernaan. Ini tidak boleh diabaikan,” tegas dr. Olivia.

Baca Juga: Terkendala Cuaca, Prabowo Minta Maaf Tak Hadir Langsung di Peresmian 55 Proyek Pembangkit EBT

Prof. Fred menambahkan, seiring bertambahnya usia dan paparan lingkungan yang tidak ideal, tubuh kehilangan kemampuan untuk mengendalikan peradangan akibat akumulasi sel-sel “zombie” atau sel senescent.

“Strategi utama kami di ALC adalah menurunkan jumlah sel senescent dan memulihkan microenvironmenttubuh ke kondisi stabil, bersih, dan fungsional. Inilah landasan pelayanan kami,” jelas Prof. Fred.

Saat ini, ALC sudah mulai melayani terapi awal berupa infus bio-organik melalui jalur intravena.

Terapi ini diklaim sebagai game changer dalam mengatasi peradangan, karena memberi hasil lebih cepat dibandingkan sekadar mengubah gaya hidup, namun tetap bersinergi dengannya.

“Seiring usia, semua upaya ilmiah yang aman untuk menurunkan peradangan tubuh menjadi semakin krusial,” imbuh Prof. Fred.

ALC juga tengah membangun laboratorium dengan standar Good Manufacturing Practice (GMP) yang ditargetkan rampung pada kuartal I tahun 2026.

Dengan begitu, layanan komprehensif seperti reverse-aging berbasis sel monosit khas ALC akan segera hadir.

Manager ALC, dr. I Gede Chandra Kardana Noprasetyo, M.M., menambahkan bahwa ALC berdiri di atas lahan seluas 5.600 m², dan menjadi bagian integral dari pembangunan ekosistem wisata kesehatan Bali yang diharapkan mampu menarik pasien domestik maupun mancanegara.

“Dengan hadirnya ALC, masyarakat tidak perlu lagi mencari pengobatan ke luar negeri. Bahkan, Bali bisa menjadi magnet baru destinasi wisata kesehatan global,” ucap dr. Chandra.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Proyek Energi Terbarukan di 15 Provinsi dan Blok Cepu

Bagi ALC, menjaga kesehatan bukan sekadar soal pengobatan, tetapi dimulai dari kesadaran hidup sehari-hari, termasuk membuka diri terhadap upaya preventif dan terapi berbasis ilmiah seperti yang ditawarkan klinik ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.